Metro, metrouniv.ac.id— Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung, menggelar Visiting Lecture for New Students of TBI di Gedung Munaqosyah Lantai 3, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik bagi mahasiswa baru sekaligus momentum unuk memperkenalkan berbagai kompetensi yang perlu dipersiapkan calon pendidik Bahasa Inggris di tengah perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan dibuka oleh Dr. Tubagus Ali R, M.Pd., Wakil Dekan I FTIK UIN Jurai Siwo Lampung. Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong mahasiswa baru untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan membangun kesiapan menghadapi perubahan dunia pendidikan.
Visiting Lecture menghadirkan dua pembicara dari institusi berbeda yang memberikan perspektif mengenai perjalanan dan masa depan mahasiswa TBI.

Sesi pertama menghadirkan Lilis Sholihah,M.Pd. dari Universitas Lampung (Unila) dengan tema: “Beyond the Classroom: Becoming a Future English Teacher in the Digital and AI Era.”
Dalam pemaparannya, mahasiswa diajak melihat bahwa kompetensi calon guru Bahasa Inggris tidak berhenti pada kemampuan berbahasa dan penguasaan metode mengajar. Perkembangan teknologi menuntut calon pendidik memiliki literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kecakapan dalam menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Riza Merlinda, M.Pd. dari IAIDA dengan tema: “From English Learner to English Educator: Growing, Innovating, and Making an Impact.”
Tema ini mengajak mahasiswa memahami proses transformasi mereka selama menempuh pendidikan di TBI, dari seorang English learner menuju English educator yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Mahasiswa juga didorong untuk membangun growth mindset dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar Bahasa Inggris.
Kaprodi Tadris Bahasa Inggris UIN Jurai Siwo Lampung menegaskan bahwa mahasiswa TBI perlu dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah.

“Mahasiswa TBI tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi guru Bahasa Inggris. Mereka juga harus mampu menjadi komunikator, inovator, peneliti, dan calon pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa baru perlu memanfaatkan empat tahun masa studi untuk membangun kompetensi secara menyeluruh. Selain meningkatkan kemampuan Speaking, Listening, Reading, dan Writing, mahasiswa juga perlu aktif mengikuti kegiatan akademik, organisasi, kompetisi, penelitian, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.
“Yang paling penting, jangan takut untuk mencoba. Jangan takut salah ketika berbicara Bahasa Inggris. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Yang terpenting adalah terus berlatih dan berkembang,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk menyimak pengalaman dan wawasan dari para pembicara serta berdiskusi mengenai tantangan dan peluang menjadi pendidik Bahasa Inggris di era digital dan AI.
Visiting Lecture ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru TBI untuk membangun identitas akademik dan profesional sebagai calon pendidik Bahasa Inggris.
Melalui kegiatan tersebut, Prodi TBI UIN Jurai Siwo Lampung terus memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pendidikan Bahasa Inggris yang inovatif, adaptif, kolaboratif, dan berdampak. ( )