KURBAN, KETAKWAAN, DAN EKOTEOLOGI

IMG-20260528-WA0115

Oleh :

S. Effendi, M.Pd

 

Idul adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan peristiwa spiritual yang mengandung pesan ketakwaan, pengorbanan, dan cinta kepada Allah SWT. Ibadah kurban menjadi simbol ketulusan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Semangat tersebut terus diwariskan dalam kehidupan umat Islam hingga hari ini sebagai bentuk penghambaan dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.

Allah SWT berfirman:

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban merupakan perintah langsung dari Allah SWT sebagai bentuk syukur dan pendekatan diri kepada-Nya. Dalam ayat lain Allah SWT juga berfirman:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini menegaskan bahwa hakikat kurban bukan hanya pada penyembelihan hewan, melainkan pada ketakwaan, keikhlasan, dan kesungguhan hati seorang muslim dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada suatu amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).”
(HR. Tirmidzi)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan ibadah kurban di sisi Allah SWT. Para ulama juga memiliki perhatian besar terhadap ibadah kurban. Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa kurban hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Sementara Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa kurban wajib bagi muslim yang memiliki kemampuan finansial.

Perbedaan pendapat tersebut menunjukkan bahwa kurban merupakan ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Selain bernilai ibadah, kurban juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hakikat kurban sesungguhnya adalah pendidikan spiritual bagi manusia agar mampu mengendalikan ego, menghilangkan sifat kikir, serta membangun rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Kurban mengajarkan bahwa harta yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan Allah SWT yang harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Ibadah kurban juga memiliki banyak hikmah dan manfaat. Kurban melatih keikhlasan dan pengorbanan, memperkuat ketakwaan, menumbuhkan solidaritas sosial, serta mengajarkan pentingnya berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Di sisi lain, kurban menjadi momentum mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sehingga kehadiran perguruan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.

Melalui pelaksanaan kurban tahun ini, UIN Jusila menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif membangun nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan spiritual di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, UIN Jusila juga berharap seluruh rangkaian kegiatan berpedoman pada semangat ekoteologi sebagaimana menjadi perhatian Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni menghadirkan ibadah kurban yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kemanusiaan.

Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Agama Nomor 606 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Ekoteologi bagi ASN Kementerian Agama yang menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai ekoteologi dalam seluruh aspek pelayanan, pendidikan, dan kegiatan kelembagaan.

Selain itu, berdasarkan PMA Nomor 607 Tahun 2026, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, termasuk UIN Jusila, didorong untuk membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Penguatan Ekoteologi sebagai bagian dari percepatan implementasi program ekoteologi di lingkungan kampus.

Dalam mewujudkan penguatan ekoteologi tersebut, nantinya UIN Jusila akan membentuk Pokja Penguatan Ekoteologi sebagai langkah strategis untuk memberikan arah, strategi, dan tahapan implementasi ekoteologi secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Pokja tersebut diharapkan menjadi motor penggerak dalam membangun budaya kampus yang religius, peduli lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui Pokja Penguatan Ekoteologi, implementasi nilai-nilai ekoteologi diharapkan dapat diwujudkan dalam seluruh aspek kegiatan kampus, mulai dari pengelolaan lingkungan, pendidikan dan pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, hingga pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti kurban berbasis ramah lingkungan.

Penerapan ekoteologi dalam pelaksanaan kurban dapat diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, seperti memastikan proses penyembelihan dilakukan secara higienis, tertib, dan tidak mencemari lingkungan. Limbah darah hewan tidak dibuang ke saluran air atau sungai, melainkan dialirkan ke tempat penampungan khusus agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, kotoran hewan dan limbah organik dapat dikelola menjadi pupuk kompos atau bahan biogas yang bermanfaat bagi lingkungan. Area penyembelihan juga dijaga tetap bersih dengan penggunaan cairan ramah lingkungan guna mengurangi bau dan mempercepat penguraian limbah organik. Penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam pembagian daging kurban juga diupayakan dikurangi dengan memanfaatkan wadah ramah lingkungan seperti besek bambu, daun pisang, atau kantong daur ulang.

Semangat ekoteologi juga diwujudkan melalui edukasi kepada sivitas akademika tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah kepada Allah SWT dan tanggung jawab manusia dalam merawat alam sebagai amanah Tuhan.

Orang yang berkurban juga memperoleh pahala dan keberkahan yang besar. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap helai bulu hewan kurban bernilai pahala di sisi Allah SWT. Secara batiniah, kurban menghadirkan ketenangan jiwa, rasa syukur, kebahagiaan, dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT karena mampu berbagi manfaat dengan sesama manusia.

Daging kurban dari 9 ekor sapi tersebut nantinya akan didistribusikan kepada keluarga besar UIN Jusila, dosen, tenaga kependidikan (tendik), mahasiswa, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar kampus. Distribusi dilakukan secara tertib, adil, dan penuh semangat kebersamaan agar manfaat kurban benar-benar dapat dirasakan oleh banyak pihak.

Partisipasi keluarga besar UIN Jusila dan dukungan dari Bank Syariah Indonesia menjadi bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga mitra dalam menebarkan nilai-nilai kepedulian sosial, kemanusiaan, dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui pelaksanaan kurban berbasis ekoteologi ini, UIN Jusila berharap mampu menghadirkan wajah kampus Islam yang religius, humanis, peduli sosial, sekaligus memiliki komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. Semangat Iduladha diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan ketakwaan, dan menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.

*Kabag. Layanan Akademik dan Administrasi Umum pada UIN Jusila

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.