socio
eco-techno
preneurship

Mengapa Menulis Jurnal itu Penting?

Mengapa Menulis Jurnal itu Penting?

15-Mengapa Menulis Jurnal itu Penting-07072024 Cover Artikel 2024

metrouniv.ac.id – 7/07/2024 – 1 Muharam 1446 H

Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum. (Wakil Dekan 3 FUAD/Guru Besar Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris di IAIN Metro)

Tulislah sesuatu yang layak dibaca, atau lakukanlah sesuatu yang layak untuk dituliskan (Benjamin Franklin)

Beberapa waktu lalu, saya diundang mengisi bimbingan teknis Academic Writing. Pesertanya, mahasiswa semester akhir dan para dosen muda. Di sesi awal saya diminta sharing tentang why should we publish an article? Mengapa mahasiswa dan dosen harus menulis jurnal? Saya katakana, berdasar pengamatan dan pengalaman pribadi, mahasiswa menulis untuk lulus, dosen menulis untuk naik pangkat, dan saya mengenal orang yang menulis untuk amal jariyah. Tiga motif tersebut bisa berdiri sendiri-sendiri, dan mungkin saja muncul secara bersamaan.
Pertama, mahasiswa menulis jurnal untuk lulus. Itu yang sangat terasa ketika menjadi mahasiswa program doktoral. Banyak kampus mensyaratkan publikasi jurnal internasional bereputasi (JIB) untuk kelulusan. Persyaratan semacam ini bagus. Mahasiswa jadi tahu bahwa menulis jurnal itu tidak sama dengan menulis tugas akhir (disertasi). Mahasiswa juga jadi tahu bahwa satu disertasi, bisa ‘dipecah’ menjadi beberapa JIB. Dan, setelah membekali diri dengan pengetahuan substantif (semisal format IMRAD) dan teknis (seperti reference manager), mahasiswa perlu segera merampungkan sebuah jurnal agar segera beroleh ijazah.
Kedua, dosen menulis jurnal untuk pengembangan karir. Publikasi jurnal tampak berbanding lurus dengan jenjang kepangkatan. Semakin banyak publikasi jurnal, semakin cepat karir melesat. Fun fact, gelar akademik tidak selalu berbanding lurus dengan produktivitas menulis jurnal. Orang menyebutnya banana doctor, doktor yang seperti pohon pisang. Setelah berbuah, tidak produktif lagi. Setelah merampungkan disertasi dan diwisuda, tidak menulis jurnal lagi. Pengembangan karir dosen, tampak banyak dipengaruhi oleh produktivitas menulis jurnal, selain faktor-faktor lain seperti pendidikan dan pengajaran.
Ketiga, sarjana Muslim menulis jurnal untuk amal jariyah. Biasanya, motif ini cenderung mudah ditemui pada penulis jurnal yang produktif. Yaitu, orang-orang yang sudah menemukan minat penelitiannya (research interests), yang menguasai aspek substantif dan teknis kepenulisan jurnal, yang terus menulis jurnal dengan atau tanpa pendanaan eksternal. Mereka menemukan kebahagiaan batin dan spiritual dalam menulis. Mereka sadar jika pengetahuan berasal dari Allah SWT dan mesti digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Akhirnya, penting tidaknya sesuatu akan bergantung pada kepentingan. Jurnal menjadi penting bagi mahasiswa yang syarat kelulusannya adalah publikasi jurnal. Jurnal menjadi urgen bagi dosen yang menginginkan akselerasi karir. Jurnal menjadi pemberat timbangan bagi mereka yang berharap amal jariyah dari ilmu pengetahuan. Apapun kepentingannya, ada satu landasan bersama (common ground) yang patut dicamkan oleh dosen muda dan mahasiswa semester akhir. Bahwa untuk menulis jurnal yang bermutu, orang mesti membaca banyak jurnal bagus terlebih dahulu.

Artikel Terkait

Haji: Sebuah Catatan Akhir

metrouniv.ac.id – 12/07/2024 – 6 Muharam 1446 H Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro) Setelah pelaksanaan puncak ibadah haji

Hijrah dan Strategi Perjuangan

metrouniv.ac.id – 12/07/2024 – 6 Muharam 1446 H Dr. Ahmad Supardi Hasibuan, M.A. (Kepala Biro AUAK IAIN Metro) Hijrah adalah

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
"Ayo Kuliah di IAIN Metro"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.