PUASA DI NEGARA-NEGARA ARKTIK

bg dashboard HD

metrouniv.ac.id – 14/03/2024 – 3 Ramadhan 1445 H

Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)

Apa bedanya antara Arktik dan Antartika? Mungkin sebagian kita belum tahu karena istilah itu agak jarang kita dengar. Secara geografi, Arktik dan Antartika merupaka dua wilayah yang berbeda. Arktik berada di bagian kutub Utara dan Antartika berada di bagian kutub Selatan dari bumi. Perbedaannya lagi, karakteristik penampakannya tidak sama. Arktik adalah wilayah yang sebagian besar berupa lautan yang ditutupi oleh selapis es yang tebal seolah membentuk pulau dengan permukaan es. Sedangkan Antartika adalah daratan yang diselimuti es tebal yang berasal dari salju yang telah turun selama bertahun-tahun. (www.kompas.com, Nadia Faradiba, Apa Perbedaan Antara Arktik dan Antartika?).

Dengan kondisi geografi seperti itu, maka wilayah Arktik dan Antartika   memiliki cuaca yang sangat ekstrim. Pada musim dingin, di wilayah Arktik suhunya bisa mencapai -20⁰C dan di Antartika suhunya bisa mencapai – 89,2⁰C,  sementara suhu terpanasnya hanya mencapai -12,3⁰C. Dingin sekali. Walaupun sangat dingin wilayah Arktik masih bisa ditinggali dengan nyaman, kurang lebih empat juta populasi ada di wilayah ini. Sementara Antartika tidak benar-benar memiliki populasi karena suhunya yang sangat ekstrim tersebut. Antartika sampai saat ini tidak dimiliki oleh negara manapun. Eksplorasi di antartika hanya untuk tujuan sains, perdamaian dan wisata.

Beberapa negara yang berada di wilayah arktik adalah seperti Rusia, Kanada, Greenland (Denmark), Islandia, Norwegia, dan Alaska (bagian Amerika Serikat), Finlandia, dan Swedia. Beberapa negara ini ada sebagian wilayah negaranya yang berbatasan langsung dengan samudra arktik yang membeku atau berada di wilayah kutub utara.

Jika sumbu rotasi bumi benar-benar tegak lurus terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari, durasi siang dan malam setiap periode  24 jam akan seragam di seluruh bumi: 12 jam siang hari dan 12 jam malam hari. Namun poros bumi cenderung miring, dan bergantung pada posisi bumi dalam perjalanan tahunannya mengelilingi matahari. Perbedaan waktu siang dan malam tergantung pada posisi letak masing-masing negara dalam permukaan bumi. Kemiringan bumi menimbulkan perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Perbedaan musim paling kecil terjadi di dekat khatulistiwa, dan paling besar terjadi di kutub, dimana siang dan malam hari bisa berlangsung berbulan-bulan.

Lalu, apa hubungannya dengan ibadah puasa? Tentu ada, karena ibadah puasa berkaitan dengan aktivitas ibadah menahan diri dari makan dan minum dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa dari sejak terbit fajar sampai dengan terbenamnya matahari. Sebagaimana dalam firman-Nya: “…makan dan minumlah hingga jelas (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam (fajar). Kemudian sempurnakanlah puasa sampai datangnya malam…” (QS. Al-Baqarah: 187).

Pada beberapa negara yang waktu antara terbit fajar dan terbenam mataharinya relatif seimbang tentu tidak memiliki problem yang serius. Misalnya di negara-negara yang dekat dengan jalur khatustiwa seperti negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Muslim Indonesia rata-rata berpuasa sekitar 12 sampai dengan 13 jam. Antara siang dan malamnya hampir berimbang. Namun bagaimana kalau berada di negara-negara seperti di negara Arktik yang antara siang dan malamnya memiliki perbedaan waktu yang sangat besar.

Sebagai gambaran, saudara muslim kita yang berada di wilayah negara-negara Arktik, yang berada di wilayah lingkar kutub utara seperti Ulvik/Eidfjord, Isof Jidur, Longyearbyen, Tromso, Leknes, Akureyri, Hammerfest dan beberapa lainnya yang memang pada musim panas mataharinya nyaris tidak pernah tenggelam. Dalam kondisi musim seperti ini mereka pernah mengalami sahur jam satu pagi dan berbuka jam 23:54 malam. Nyaris hampir 23 jam berpuasa. Mataharinya serta suasananya terang sepanjang hari dan sepanjang malam. Tidak ada gelap sama sekali. Ketika mereka berbuka, mereka juga sekaligus sahur.

Dirangkum dari berbagai sumber, beberapa negara yang berdekatan dengan kutub utara rata-rata berpuasa lebih dari 15 jam. Misalnya Kanada yang merupakan wilayah paling utara Benua Amerika, memiliki waktu puasa antara 15 – 16 jam. Umat Islam Skotlandia akan berpuasa selama 17 jam 21 menit, kemudian Swedia waktu puasanya 17 jam 39 menit, Finlandia durasi waktu puasanya 17 jam 48 menit.  Kemudian Islandia, durasi puasanya bisa mencapai sekitar 18 jam sehari.

Dengan durasi waktu puasa yang begitu panjang bahkan ada yang nyaris 24 jam itu apakah tidak ada keringanan (rukhsoh) bagi mereka? Tentu kalau berdasarkan nash tentang syariat puasa yang tertulis hampir tidak ada dalil yang bisa dijadikan dasar. Sangat jelas bahwa waktu puasa itu adalah antara terbit fajar hingga terbenam matahari.  Namun para ulama dengan berdasarkan maqashidus syari’ah (maksud dan tujuan syariat Islam) memberikan ijtihad (fatwa) yang kalau di ringkas  ada tiga pandangan atau pendapat.

Pertama, Orang yang berada dalam wilayah tersebut tetap berpuasa sebagaimana perjalanan matahari, meskipun harus berpuasa selama lebih dari 15 jam hingga sampai 23 jam. Ini berarti tanpa keringanan dan sesuai dengan nash yang ada.

Kedua, orang yang berada dalam wilayah tersebut berpuasa menyesuaikan kadar puasa dengan waktu puasa yang berlaku di Madinah atau Mekah sebagai tempat turunnya perintah berpuasa. Jadi kalau di Madinah berbuka, maka ikut berbuka meskipun saat itu di wilayahnya matahari belum tenggelam.

Ketiga, orang yang berada dalam wilayah tersebut dapat berpuasa menyesuaikan dengan kadar waktu yang berlaku di negara yang dekat dengan negara mereka. Negara tersebut memiliki keseimbangan waktu antara  siang dan malamnya. Hal ini berarti dicari negara yang terdekat yang memiliki ciri-ciri tersebut yaitu yang seimbang antara siang dan malam dan kemudian dijadikan sebagai patokan untuk durasi puasa.

Pandangan-pandangan tersebut di atas bukan tanpa dasar. Dasar pemikiranya, bahwa agama Islam pada prinsipnya adalah agama yang menghendaki kemudahan bukan menghendaki kesukaran. Dalam Al-Baqarah ayat 185 Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagi kamu, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kamu”. Kemudian dalam surat Al-Hajj ayat 78, Allah juga berfirman: “Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama sedikitpun kesempitan”.

Atas dasar itu semua, menurut  Quraish Shihab, Ulama menetapkan bahwa peduduk kutub cukup mengukur puasanya dengan waktu yang ditempuh kamu muslim yang berpuasa di daerah normal yang terdekat dengan wilayah mereka. Kalau anda berada di wilayah Arktik atau kutub, akan berpuasa dengan durasi waktu yang mana?.  Wallahu a’lam bishawab. (mh.14.03.24)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.