Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Kamis, (15/1/2026). Kegiatan ini digelar serentak di tujuh lokasi mitra yang tersebar di Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Tengah.
KKL menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori biologi di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikannya langsung di tengah masyarakat. Mengusung semangat ecopreneurship, mahasiswa diajak mengenal dan mengembangkan potensi usaha berbasis teknologi hayati yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.

Sebanyak tujuh kelompok mahasiswa ditempatkan di lokasi mitra yang bergerak di bidang pertanian, pangan, lingkungan, hingga pengelolaan limbah. Seluruh mitra dipilih secara selektif karena relevan dengan keilmuan biologi terapan serta memiliki kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Lokasi pertama adalah usaha Budidaya Jamur Tiram di Desa Banjarejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, dengan pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Asih Fitriana Dewi, M.Pd. Selanjutnya, mahasiswa juga menjalani KKL di Firna Jamur, Kelurahan Mulyojati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, di bawah bimbingan Tika Mayang Sari, M.Pd.

Pengalaman menarik lainnya diperoleh mahasiswa di Pabrik Tempe Mas Wie, Metro Pusat. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari peran mikroorganisme, khususnya khamir, dalam proses fermentasi pangan tradisional, dengan pendampingan Anisatu Z. Wakhidah, S.Si., M.Si.
Tak hanya di sektor pangan, mahasiswa juga terlibat langsung dalam dunia pertanian modern. Kegiatan KKL dilaksanakan di P4S Metro Lestari, Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat, dengan pendampingan Suhendi, M.Pd. Mahasiswa juga ditempatkan di UB Agro Berkah, Desa Siraman, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, yang fokus pada pembibitan tanaman palawija bersama DPL Nasrul Hakim, M.Pd.

Lokasi pembibitan lainnya adalah Rumah Semai Hely Seedling di Desa Sri Sawahan, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendampingan Dr. Yudianto, S.Si., M.Si., yang memberikan pengalaman langsung tentang teknik perbanyakan tanaman secara berkelanjutan.
Sebagai wujud kepedulian terhadap isu lingkungan, mahasiswa KKL juga dibekali keterampilan pengelolaan sampah di Bank Sampah Hatim Berseri, Kelurahan Hadimulyo Timur, Metro Pusat. Di lokasi ini, mahasiswa belajar mengelola limbah menjadi produk bernilai ekonomi bersama DPL Dwi Kurnia Hayati, M.Pd.

Ketua Program Studi Tadris Biologi, Asih Fitriana Dewi, M.Pd., menegaskan bahwa KKL dirancang sebagai jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial. “Melalui KKL, mahasiswa tidak hanya belajar biologi, tetapi juga belajar menjadi agen perubahan yang peka terhadap isu lingkungan, pangan, dan kewirausahaan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan KKL ini sejalan dengan visi UIN Jurai Siwo Lampung dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.