Lampung Timur, metrouniv.ac.id – Sejak pagi, kampus 2 UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) telah ramai oleh panitia kurban yang lengkap membawa berbagai peralatan dan bergotong royong dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Menurut informasi panitia, tahun ini keluarga besar UIN Jusila menyembelih 9 ekor sapi kurban. Sebanyak delapan ekor sapi berasal dari partisipasi ASN dan keluarga besar kampus, sementara satu ekor lainnya merupakan dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI).

“…ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah lillah saja, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial keluarga besar UIN Jusila untuk masyarakat”, ujar rektor UIN Jusila, Prof. Ida Umami yang juga ikut berbaur dalam kesibukan panitia.

Di bagian penyembelihan, terdengar lantunan takbir dan doa dari microphone oleh Dr. Khorurijal bersama beberapa timnya mengantarkan prosesi penyembelihan sapi sapi kurban di area belakang parkir fakultas Syari’ah. Sementara panitia lain memisahkan daging dan tulang. Ada pula tim yang sibuk membersihkan bagian jerohan. Meski diselingi canda tawa, semua bergerak tanpa lelah hingga selesai pengemasan dalam kantong- kantong plastik dan siap didistribusikan.

Sebelumnya untuk menghadirkan hewan kurban, panitia telah meimulainya jauh hari sebelum Iduladha. Tim panitia bahkan harus berburu sapi hingga ke sejumlah kampung dan pelosok daerah demi mendapatkan hewan kurban yang sehat, memenuhi syariat, memiliki kualitas baik, sekaligus sesuai dengan anggaran para pengkurban.

Panitia harus mendatangi kandang-kandang ternak, memeriksa kondisi fisik sapi, memastikan usia dan kesehatan hewan, hingga melakukan negosiasi harga dengan para peternak. Upaya itu dilakukan agar hewan kurban yang disembelih benar-benar layak dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat penerima.

Tradisi kurban di lingkungan UIN Jusila sendiri telah berlangsung setiap tahun melalui program tabungan kurban yang disisihkan dari gaji bulanan ASN dan dicairkan menjelang Iduladha oleh BMT setempat. Pimpinan kampus terus mendorong tumbuhnya kesadaran berkurban sebagai bentuk keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan kurban tahun ini juga mengusung semangat ekoteologi dan kepedulian lingkungan. UIN Jusila mulai menerapkan konsep kurban sehat dan ramah lingkungan dengan memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat dengan melibatkan dr. hewan, juga proses penyembelihan berlangsung higienis dan tidak mencemari lingkungan.
Kesadaran peduli lingkungan tersebut terus ditanamkan pimpinan kampus kepada seluruh sivitas akademika sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai ekoteologi yang kini menjadi perhatian Kementerian Agama Republik Indonesia.
Selain itu, proses pendistribusian daging kurban tahun ini berlangsung lebih tertib dan rapi. Panitia menggunakan sistem kupon bernomor disertai nama penerima yang telah dibagikan beberapa hari sebelumnya. Sistem tersebut terbukti mampu mengurangi antrean panjang dan kerumunan saat pembagian daging berlangsung.

Daging kurban dari 9 ekor sapi tersebut selanjutnya dibagikan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar kampus.
Melalui pelaksanaan kurban ini, UIN Jusila ingin menghadirkan wajah kampus Islam yang religius, humanis, peduli sosial, sekaligus memiliki komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Semangat Iduladha diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan. ( )