Metro, metrouniv.ac.id – Spirit Hari Santri UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) sepertinya sudah menembus batas fisik. Rektor UIN Jusila, Prof. Ida Umami, hadir sebagai pembina upacara Hari Santri meski tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi kaki. Dari atas kursi roda, beliau ingin tetap membersamai civitas dalam perayaan tahun ini.

Apel peringatan yang digelar di lapangan utama kampus pagi itu (22/10) diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dari berbagai fakultas. Suasana terasa hangat namun khidmat—sebuah pertemuan antara nilai tradisi dan semangat zaman.

Dalam amanat yang dibacakan, Prof. Ida menyuarakan pesan Menteri Agama RI tentang peran strategis santri dalam membangun peradaban yang berkeadaban. Bukan sekadar ritual tahunan, Hari Santri tahun ini dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus afirmasi: bahwa kontribusi santri kini tak lagi terbatas di langgar dan pesantren, melainkan merambah ruang sosial, intelektual, hingga digital.

Salah satu tonggak penting dalam apel ini adalah peluncuran Ma’had Al Jami’ah, asrama berbasis pembinaan keislaman dan kepemimpinan yang akan menjadi laboratorium nilai-nilai keilmuan dan kebangsaan. Secara simbolis, rektor mengalungkan sorban kepada 22 santri penghuni perdana Ma’had, disertai penyerahan SK kepada para pengelola.

Setelah upacara, seluruh peserta bergerak ke Gedung Serba Guna untuk mengikuti istighasah, menyampaikan doa dan harapan secara berjamaah, bukan hanya untuk kampus, tapi juga untuk masa depan negeri. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika dosen dan tendik membuka bekal nasi kotak dari rumah dan menikmatinya dalam nuansa hangat.

Sebagai penutup rangkaian hari ini, digelar kegiatan donor darah. Kolaborasi dengan PMI Kota Metro. Bagi UIN Jusila, Hari Santri bukan hanya simbol dan seremoni, tapi juga aksi nyata yang menyentuh langsung kemanusiaan.
(Lk/humas)