Metro, metrouniv.ac.id – Persaingan untuk menjadi penerima Beasiswa Kebanksentralan Tahun 2026 di UIN Jurai Siwo Lampung berlangsung ketat. Dari 118 mahasiswa yang mendaftar pada tahap awal, hanya 75 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Sebanyak 75 peserta tersebut kemudian menjalani wawancara secara daring langsung dengan tim Bank Indonesia pada 2 Mei 2026. Hasilnya, hanya 35 mahasiswa yang dinyatakan lolos dan berhak menjadi calon penerima beasiswa.

Namun demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kuota penerima beasiswa yang dialokasikan untuk UIN Jurai Siwo Lampung, yakni sebanyak 55 mahasiswa. Untuk memenuhi kekurangan kuota sebanyak 20 penerima, dilakukan rekrutmen lanjutan terhadap 30 mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti proses seleksi tambahan.

Tahapan lanjutan tersebut dilaksanakan melalui wawancara tatap muka yang digelar di Ruang Rapat Munawir UIN Jurai Siwo Lampung pada Rabu (3/6/2026). Dari 30 peserta yang mengikuti seleksi tambahan ini, akan dipilih 20 mahasiswa terbaik untuk melengkapi kuota penerima Beasiswa Kebanksentralan Tahun 2026.
Program studi yang menjadi prioritas dalam seleksi kali ini antara lain Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Akuntansi Syariah, Manajemen Haji dan Umrah (MHU), Hukum Ekonomi Syariah (HESy), Hukum Tata Negara (HTN), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Tadris Matematika.

Kegiatan pembukaan dalam rangka interview peserta ini dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Kepala Bagian Administrasi Umum Rektorat, Kepala Subbagian Layanan Akademik, Tim Layanan Akademik, perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI), Pelaksana Tugas Kepala Unit Bank Indonesia Provinsi Lampung, Binar Tyas Aini, beserta tim pewawancara lainnya.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari pengurus Generasi Baru Indonesia (GenBI) Wilayah Provinsi Lampung yang bersinergi dengan GenBI Komisariat UIN Jurai Siwo Lampung dalam membantu berbagai kebutuhan teknis selama proses wawancara berlangsung.

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Administrasi Umum Rektorat mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dalam menghadapi setiap tahapan seleksi.
“Mempersiapkan semua dengan baik karena gagal mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa yang nantinya terpilih menjadi awardee tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan mampu menjadi representasi positif kampus di tengah masyarakat.
Menurutnya, berbagai organisasi kemahasiswaan seperti HMPS, UKM, UKK, SEMA, DEMA, maupun organisasi lainnya merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan jejaring sosial yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
Selain itu, para penerima beasiswa yang tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) juga diharapkan mampu membangun personal branding yang positif serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya.
“Mahasiswa GenBI harus mampu menjadi contoh yang baik bagi calon mahasiswa. Mereka juga dapat berperan aktif membantu memperkenalkan kampus kepada siswa-siswi yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Jurai Siwo Lampung menegaskan bahwa Beasiswa Kebanksentralan merupakan salah satu program beasiswa yang sangat prestisius karena tidak hanya mempertimbangkan prestasi akademik, tetapi juga kualitas kepribadian, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian sosial calon penerimanya.
“Wawancara ini adalah momentum untuk menunjukkan potensi terbaik yang dimiliki. Tunjukkan prestasi, pengalaman organisasi, kemampuan berkomunikasi, serta karakter yang dapat menjadi nilai tambah untuk memantaskan diri sebagai awardee,” pesannya kepada para peserta.
Di sisi lain, Kepala Subbagian Layanan Akademik, Rofi’ah, S.Ag., yang didampingi Tim Akademik Dr. Gidayani, menyampaikan bahwa proses seleksi tahun ini berlangsung cukup kompetitif. Tingginya minat mahasiswa serta terbatasnya kuota membuat setiap tahapan seleksi menjadi sangat menentukan.
“Seleksi tahun ini cukup ketat. Dari jumlah pendaftar yang besar, hanya peserta dengan kemampuan akademik, pengalaman organisasi, dan kualitas personal yang baik yang mampu bertahan hingga tahap wawancara,” ungkap Rofi’ah yang diamini oleh Dr. Gidayani.
Melalui proses seleksi yang berlapis dan ketat ini, UIN Jurai Siwo Lampung berharap dapat menghasilkan awardee Beasiswa Kebanksentralan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan menjadi duta kampus yang mampu mengharumkan nama UIN Jurai Siwo Lampung di tingkat regional maupun nasional.