PANITIA PMB MATANGKAN PERSIAPAN PELAKSANAAN SSE UM-PTKIN 2026 MELALUI SOSIALISASI NASIONAL

gb 1

Metro, metrouniv.ac.idMenjelang pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) Tahun 2026, Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I. terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi dan koordinasi nasional yang digelar secara daring melalui Zoom pada Rabu (3/6/2026) dan diikuti oleh Penanggung Jawab (PJ) Ruang, Pengawas IT, serta PJ SSE dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh unsur penyelenggara memiliki pemahaman yang sama terkait alur pelaksanaan ujian, tata tertib, serta tugas dan tanggung jawab masing-masing selama berlangsungnya SSE UM-PTKIN 2026.

Dalam arahannya, Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan seleksi. Oleh karena itu, seluruh panitia diminta untuk menjaga kualitas dan kredibilitas proses seleksi agar berjalan transparan, akuntabel, serta bebas dari berbagai bentuk kecurangan.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah potensi perjokian peserta. Untuk itu, panitia di setiap lokasi diminta memperkuat pengawasan dan melakukan berbagai langkah mitigasi guna memastikan peserta yang mengikuti ujian benar-benar sesuai dengan identitas yang telah terdaftar dalam sistem.

Tidak hanya aspek integritas, panitia nasional juga memberikan perhatian besar terhadap berbagai kemungkinan kendala teknis yang dapat terjadi selama pelaksanaan ujian. Berbagai langkah preventif telah disiapkan untuk memastikan peserta tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar tanpa mengalami kerugian akibat faktor teknis di luar kendali mereka.

Antisipasi terhadap pemadaman listrik menjadi salah satu fokus utama. Setiap lokasi ujian diharapkan menyiapkan sumber daya listrik cadangan sehingga seluruh sesi ujian dapat berlangsung tanpa gangguan berarti. Di sisi lain, kesiapan jaringan internet juga menjadi perhatian khusus mengingat SSE UM-PTKIN dilaksanakan secara elektronik. Panitia lokal diminta memastikan kestabilan jaringan, menyiapkan jalur cadangan apabila diperlukan, serta melakukan pemantauan secara berkala selama pelaksanaan ujian.

Lebih dari itu, panitia pusat menekankan pentingnya respons cepat terhadap setiap kendala yang muncul di lapangan. Seluruh permasalahan teknis yang terjadi di tingkat lokal diminta segera dikoordinasikan dengan panitia pusat agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan tidak berdampak pada kenyamanan maupun hak peserta dalam mengikuti ujian.

“Kita jaga lembaga kita bersama agar berbagai isu negatif dapat diminimalisasi. Koordinasi yang baik antara panitia lokal dan pusat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026,” tegas Prof. Abd. Aziz.

Pada kesempatan yang sama, Haris Setiaji, M.T.I., selaku Penanggung Jawab (PJ) SSE Nasional yang juga merupakan bagian dari panitia lokal UIN Jurai Siwo Metro Lampung, memberikan penjelasan teknis terkait mekanisme pelaksanaan ujian berbasis elektronik.

Dalam paparannya, Haris menjelaskan bahwa sistem SSE telah dirancang dengan berbagai fitur keamanan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan ujian. Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuan menyimpan jawaban peserta secara otomatis dan berkelanjutan selama ujian berlangsung.

Menurutnya, peserta tidak perlu khawatir apabila terjadi gangguan jaringan internet maupun pemadaman listrik. Sistem akan tetap menyimpan jawaban terakhir yang telah dikerjakan sehingga data peserta tetap aman dan waktu ujian tidak akan berkurang akibat gangguan tersebut.

“Jawaban peserta sudah tersimpan secara otomatis. Apabila terjadi gangguan koneksi jaringan atau listrik padam, jawaban terakhir tetap aman dan waktu ujian peserta tidak akan berkurang,” jelas Haris.

Penjelasan tersebut menjadi kabar yang menenangkan bagi panitia di daerah karena menunjukkan bahwa sistem SSE telah dirancang dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan kendala teknis yang dapat terjadi selama pelaksanaan ujian.

Haris juga menyampaikan bahwa SSE UM-PTKIN 2026 akan dilaksanakan dalam delapan sesi mulai tanggal 8 hingga 14 Juni 2026. Setiap perguruan tinggi dapat memiliki pengaturan jadwal pelaksanaan yang berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi.

Sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas penyelenggara, panitia nasional juga terus melakukan sosialisasi kepada PJ SSE, PJ Ruang, dan Pengawas IT baik di tingkat nasional maupun lokal. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kesamaan persepsi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh petugas dalam menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi selama ujian berlangsung.

Sementara itu, sejumlah panitia lokal UIN Jurai Siwo Metro Lampung tampak aktif mengikuti kegiatan sosialisasi hingga selesai termasuk Penanggungjawab Bidang Akademik, Prof. Dedi Irwansyah. Keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab menunjukkan keseriusan panitia lokal dalam mempersiapkan pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 agar berjalan optimal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh unsur penyelenggara diharapkan semakin siap menghadapi pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026. Dengan penguatan integritas, kesiapan sumber daya manusia, serta berbagai langkah preventif untuk mengantisipasi kendala teknis, panitia berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang aman, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon mahasiswa PTKIN di Indonesia. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.