BEDAH BUKU DI UIN JURAI SIWO, MENAG : AMBIL API PERJUANGAN KIYAI WAHAB HASBULLAH, BUKAN SEKADAR ABUNYA

menag 2 2026-05-18 at 10.07.15

Lampung Timur, metrouniv.ac.id –  Gagasan besar tentang masa depan pesantren dan spirit kebangsaan mengemuka dalam kegiatan Penguatan Direktorat Jenderal Pesantren melalui Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU dan Penggerak NKRI yang digelar di Gedung Academic Centre (GAC) Kampus II UIN Jurai Siwo Lampung, Sabtu (16/05/2026).

Sebanyak 1.500 peserta dari unsur pondok pesantren, mahasiswa, dosen, ASN, tokoh masyarakat, hingga tamu undangan memadati arena kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Forum tersebut menjadi ruang refleksi atas peran strategis pesantren dalam menjaga keislaman, kebangsaan, dan masa depan Indonesia.

Momentum itu semakin bermakna dengan sambutan virtual Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Meski tidak hadir secara langsung karena mendampingi Presiden RI dalam agenda kenegaraan di Surabaya, Menag menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya meneladani perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai ulama visioner yang berhasil memadukan nilai keagamaan dengan semangat nasionalisme.

“Agenda bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah ini tentu bukan sekadar diskusi literasi biasa. Ini adalah upaya kita bersama untuk meneladani perjuangan dan pemikiran seorang tokoh besar,” ujar Menag.

Menurutnya, sosok KH. Wahab Hasbullah tidak hanya layak dikenang sebagai pendiri Nahdlatul Ulama, tetapi juga sebagai arsitek pemikiran kebangsaan yang ikut menggerakkan dan menjaga NKRI. Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, pemikiran beliau dinilai tetap relevan sebagai fondasi penguatan pendidikan Islam dan pesantren modern.

Dalam sambutannya, Menag juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama yang saat ini tengah berproses.

“Transformasi kelembagaan ini penting agar pesantren tidak hanya menjadi benteng moral, tetapi juga pusat inovasi dan pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.

Pernyataan tersebut menandai arah baru pengembangan pesantren di Indonesia. Pesantren tidak lagi dipandang semata sebagai lembaga pendidikan tradisional, melainkan sebagai pusat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Menag mengingatkan kembali pesan KH. Wahab Hasbullah tentang pesantren sebagai kawah candradimuka kader bangsa — tempat lahirnya generasi yang memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kecintaan terhadap tanah air.

Ia juga menyinggung pentingnya warisan “Diplomasi Hijaz” yang digagas KH. Wahab sebagai bukti bahwa pesantren sejak dahulu telah memiliki wawasan global dan kemampuan membangun relasi internasional.

“Membahas sosok KH. Abdul Wahab Hasbullah adalah membahas tentang diplomasi, organisasi, dan strategi kebangsaan,” ungkapnya.

Karena itu, Menag berharap Direktorat Jenderal Pesantren nantinya mampu menjadi institusi yang adaptif, progresif, namun tetap berpijak kuat pada tradisi luhur pesantren.

Di sisi lain, Menag turut memberi perhatian terhadap transformasi UIN Jurai Siwo Lampung. Ia berharap pengembangan kampus tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari penguatan riset, pengabdian masyarakat, serta perannya sebagai pusat kajian Islam moderat di wilayah Sumatera.

“Saya berharap UIN Jurai Siwo Lampung dapat menjadi pusat kajian Islam yang moderat dan menjadi mercusuar pendidikan di Lampung dan sekitarnya,” tuturnya.

Pesan itu menjadi penegasan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam dituntut mampu menjawab tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan akar nilai keislaman dan kebangsaan.

Menutup sambutannya, Menteri Agama menyampaikan ajakan reflektif yang disambut hangat peserta.

“Mari kita ambil api perjuangan Kiyai Wahab Hasbullah, bukan sekadar abunya,” tegasnya.

Kalimat tersebut seolah menjadi ruh dari keseluruhan acara: bahwa mengenang ulama besar bukan hanya soal merawat sejarah, tetapi melanjutkan gagasan, keberanian, dan semangat pengabdiannya bagi agama dan bangsa.

Kegiatan bedah buku ini turut menghadirkan penulis buku KH. Abdul Mun’im DZ, Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, serta Dr. K.H. Ahmad Ishomuddin. Forum ini diharapkan melahirkan gagasan-gagasan baru bagi penguatan institusi pesantren sekaligus mempertegas posisi pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan Indonesia masa depan. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.