BEDAH BUKU KH. WAHAB HASBULLAH DI UIN JUSILA, TOKOH DI BALIK KEKUATAN NU DAN NKRI

IMG-20260517-WA0016(1)

Lampung Timur, metrouniv.ac.id — Wacana kepemimpinan inklusif dan moderasi beragama kembali mengemuka dalam forum akademik di Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung melalui kegiatan bedah buku KH. Abdul Wahab Hasbullah: Pendiri NU Penggerak NKRI bertema “The Mastermind of Movement: Mengupas Tuntas Seni Kepemimpinan Inklusif dan Dialektika Moderasi”, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan ini menempatkan KH. Abdul Wahab Hasbullah sebagai figur kunci dalam konstruksi pemikiran kebangsaan sekaligus inspirasi penguatan transformasi pesantren di era kontemporer.

Forum yang diikuti sekitar 1.500 peserta dari kalangan akademisi, santri, organisasi keagamaan, dan pemerintah daerah tersebut menghadirkan diskusi lintas perspektif mengenai peran pesantren sebagai institusi pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya KH. Abdul Mun’im DZ, Bupati Lampung Timur Hj. Ela Siti Nuryamah, serta akademisi NU Lampung KH. Ahmad Ishomuddin.

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, dalam pernyataan virtualnya, menegaskan posisi pesantren sebagai institusi pendidikan otentik Indonesia yang telah berperan panjang dalam pembentukan karakter bangsa. Ia menyebut pesantren tidak hanya menjadi ruang transmisi ilmu keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan nilai moral dan nasionalisme.

Kementerian Agama, lanjutnya, saat ini tengah memperkuat kelembagaan pesantren melalui pengembangan Direktorat Jenderal Pesantren. Langkah tersebut diarahkan agar pesantren tidak hanya berfungsi sebagai benteng moral, tetapi juga mampu berkembang sebagai pusat inovasi, pemberdayaan ekonomi umat, dan institusi pendidikan yang kompetitif secara global.

Dalam konteks historis, Nasaruddin juga menekankan pentingnya pembacaan ulang terhadap jejak perjuangan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Menurutnya, jika pada masa lalu perjuangan dilakukan melalui organisasi dan diplomasi kebangsaan, maka tantangan hari ini menuntut penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai instrumen utama menjaga kedaulatan bangsa.

Pandangan serupa disampaikan Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, yang menilai bahwa kontribusi pesantren dan tokoh seperti Kiai Wahab tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah Indonesia. Ia menegaskan bahwa Kiai Wahab merupakan representasi pemikir kebangsaan yang mengintegrasikan nilai keislaman moderat dalam menjaga keutuhan negara.

Dari sisi keluarga, Ita Rahmawati mewakili keluarga besar KH. Abdul Wahab Hasbullah menyebut sang tokoh sebagai “arsitek dialektika moderasi”. Ia menjelaskan bahwa gagasan The Mastermind of Movement mencerminkan kemampuan Kiai Wahab dalam membangun gerakan sosial-keagamaan yang terstruktur, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami, menilai forum ini bukan sekadar ruang akademik, melainkan upaya menghidupkan kembali warisan intelektual ulama pesantren dalam konteks kekinian. Ia menegaskan bahwa pemikiran KH. Abdul Wahab Hasbullah tetap relevan sebagai basis penguatan moderasi beragama, pendidikan Islam, dan penguatan identitas kebangsaan.

Melalui diskusi tersebut, KH. Abdul Wahab Hasbullah kembali ditempatkan bukan hanya sebagai figur sejarah, tetapi sebagai sumber inspirasi konseptual dalam membaca ulang relasi agama, pendidikan, dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berubah. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.