BRI METRO EDUKASI MAHASISWA PENERIMA BANTUAN KEBANKSENTARALAN UIN JURAI SIWO LAMPUNG

IMG_20260611_153448

Metro, metrouniv.ac.id – Sebanyak 55 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung penerima manfaat Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan mengikuti kegiatan Literasi Keuangan yang diselenggarakan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kota Metro di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1, Rabu (11/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dedi Irwansyah, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Yudiyanto Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Aria Septi Anggaira, Kasubbag Layanan Akademik beserta tim, serta jajaran pengelola keuangan universitas.

Membuka kegiatan, Prof. Dedi Irwansyah mengingatkan para mahasiswa agar mampu mengelola bantuan pendidikan yang diterima secara bijak dan tidak menggunakannya untuk kebutuhan yang kurang bermanfaat.

Mengutip penggalan lirik lagu Bruno Mars, easy come, easy go, Prof. Dedi menilai ungkapan tersebut relevan dengan kehidupan mahasiswa saat mengelola keuangan.

Easy come, easy go. Sesuatu yang mudah diperoleh juga bisa mudah hilang. Jangan sampai bantuan yang diterima habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan pendidikan yang diterima mahasiswa merupakan bentuk rezeki yang harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan.

Ia juga mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama secara tepat sasaran sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, wa mimma razaqnahum yunfiqun.

“Ketika Allah memberikan rezeki kepada kita, maka sebagian di antaranya juga harus kita infakkan. Jadi bukan hanya dikelola dengan baik, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan bagi orang lain,” kata Prof. Dedi.

Selain pesan mengenai pengelolaan bantuan pendidikan, kegiatan ini juga diisi materi literasi keuangan yang disampaikan oleh Meiza Puteri, Relationship Manager Funding Transaction BRI Kota Metro, didampingi tiga anggota tim BRI.

Dalam paparannya, Meiza menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital dan maraknya berbagai modus penipuan keuangan.

“Mahasiswa harus memahami cara mengelola keuangan dengan tepat, menghindari utang berlebihan, serta tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online yang belum tentu legal dan aman,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan peserta untuk berhati-hati dalam menjaga data pribadi, terutama Nomor Induk Kependudukan (NIK), yang saat ini menjadi salah satu data penting dalam berbagai layanan keuangan.

“Jangan sembarangan memberikan NIK kepada pihak lain. Banyak kasus penyalahgunaan data yang akhirnya berdampak pada pemilik data itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Meiza, penyalahgunaan identitas dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari pengajuan pinjaman tanpa sepengetahuan pemilik data hingga munculnya catatan buruk dalam sistem layanan keuangan.

“Kalau data disalahgunakan dan menimbulkan kewajiban yang tidak diselesaikan, dampaknya bisa membuat seseorang mengalami kendala saat mengakses layanan perbankan maupun pembiayaan di masa mendatang,” tambahnya.

Materi mengenai status nasabah dalam sistem perbankan atau yang sering dipahami masyarakat sebagai blacklist atau Checklist BRI menjadi salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta. Banyak mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait penyebab seseorang masuk dalam daftar catatan kredit bermasalah, dampaknya terhadap akses layanan keuangan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga reputasi keuangan tetap baik.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa juga menanyakan dampak riwayat kredit yang buruk terhadap peluang kerja di perbankan,  penggunaan data pribadi dalam layanan keuangan digital, hingga kendala-kendala administrasi yang lazim dalam dunia perbankan yang kemudian dijawab gamblang oleh nara sumber.

Di kegiatan ini, Bank Indonesia bekerja sama dengan BRI turut memfasilitasi pembukaan rekening bagi 55 penerima Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan yang akan menerima bantuan sebesar 12 juta untuk 2 semester.  Nantinya buku rekening dan kartu ATM dijadwalkan akan dibagikan pada Senin mendatang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan dukungan finansial untuk menunjang pendidikan, tetapi juga bekal pengetahuan dalam mengelola keuangan secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab di era digital. ( )

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.