Metro, metrouniv.ac.id – Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) UIN Jurai Siwo Lampung, Rabu (11/02/2026), agenda kegiatan difokuskan pada evaluasi program dan capaian kinerja tahun 2025 oleh masing-masing fakultas dan unit kerja, sebagai langkah strategis dalam merumuskan pengembangan program tahun 2026 dan tahun-tahun mendatang.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian raker selama empat hari tersebut turut menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Sahiron, yang memberikan arahan secara daring melalui Zoom Meeting.

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh pimpinan fakultas dan unit dapat memaparkan capaian kinerja tahun 2025 secara komprehensif, sekaligus menyampaikan rencana pengembangan tahun 2026 sebagai bentuk komitmen peningkatan mutu layanan dan output institusi. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Direktur Diktis menjadi momentum penting untuk memperoleh arahan strategis dalam penguatan SDM dan capacity building di lingkungan kampus.

Dalam arahannya, Prof. Sahiron menekankan bahwa peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan fokus utama yang harus menjadi prioritas UIN Jurai Siwo Lampung ke depan. Menurutnya, penguatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan (tendik) akan berdampak langsung pada mutu layanan akademik serta kualitas lulusan.
Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah peningkatan jabatan fungsional dosen. Ia mendorong agar dosen terus meningkatkan kualifikasi akademik dan produktivitas tridharma guna mempercepat kenaikan jabatan akademik.

Selain dosen, tendik juga harus mendapatkan perhatian dalam pengembangan kompetensi. Prof. Sahiron menyampaikan pentingnya pelatihan dan sertifikasi, seperti pengadaan barang dan jasa (barjas), pengelolaan keuangan, serta peningkatan kapasitas layanan administrasi. Dosen pun didorong untuk mengikuti berbagai kursus dan pelatihan guna menunjang kompetensi profesionalnya.
“Kami menunggu hasil konkret setelah rakor dan raker ini. Apa yang akan dilakukan UIN Jurai Siwo Lampung sebagai upaya peningkatan SDM harus terlihat dalam program nyata,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan kompetensi keagamaan, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an. Berdasarkan data yang disampaikannya, masih banyak mahasiswa maupun siswa SLTA yang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, bahkan disebutkan hanya sekitar 12 persen yang memiliki kemampuan baik.
Oleh karena itu, ia meminta Rektor bersama Wakil Rektor I untuk merancang program sistematis dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an mahasiswa, sehingga lulusan UIN Jurai Siwo Lampung tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi keagamaan yang kuat.
Program peningkatan baca Al-Qur’an, menurutnya, dapat dilakukan melalui pelatihan intensif, pembinaan berkelanjutan, serta pemanfaatan platform daring seperti Zoom atau Google Meet. Tidak hanya mahasiswa, tenaga kependidikan juga diharapkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan difasilitasi melalui program pembinaan khusus.
“Penguatan keagamaan dimulai dari hal mendasar, yaitu kemampuan membaca Al-Qur’an. Ini menjadi fondasi sebelum berbicara tentang aspek ibadah lainnya,” ujarnya.
Selain penguatan kompetensi keagamaan, Prof. Sahiron juga menekankan pentingnya integrasi keilmuan di lingkungan PTKIN, termasuk di UIN Jurai Siwo Lampung. Integrasi tersebut dapat dilakukan secara metodis maupun substantif.
Integrasi metodis dilakukan dengan menggabungkan pendekatan berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi dengan antropologi atau ilmu lainnya. Sementara integrasi substantif dilakukan dengan menggabungkan materi keilmuan dengan nilai-nilai keislaman, misalnya pengembangan psikologi Islam yang mengintegrasikan teori psikologi dengan materi keagamaan.