DIRJEN PENDIS TUTUP KEGIATAN KONSOLIDASI SPAN PTKIN 2026 : PTKIN HARUS JADI PEMAIN UTAMA

IMG-20260213-WA0007

Surabaya, metrouniv.ac.id — Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag., menegaskan pentingnya langkah strategis dan terukur dalam menghadapi dinamika penerimaan mahasiswa baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Penegasan tersebut disampaikan saat menutup kegiatan Konsolidasi dan Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 yang berlangsung di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya.

Dalam arahannya, Dirjen Pendis mengakui adanya tren penurunan pada sejumlah PTKIN yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk momentum pembukaan Layanan Bantuan Hukum (LBH) atau jalur-jalur strategis yang dinilai terlambat dibandingkan perguruan tinggi lain.

“Kita perlu belajar dari madrasah unggulan yang berani mendahului ujian, sehingga mereka memiliki kesempatan mendapatkan input terbaik. PTKIN juga harus berani mengambil langkah progresif agar memperoleh calon mahasiswa unggul sejak awal,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa PTKIN tidak boleh lagi berada pada posisi reaktif dalam peta persaingan nasional. PTKIN harus menjadi pemain utama (subject), bukan sekadar objek dalam arus kompetisi pendidikan tinggi yang semakin ketat.

Dirjen Pendis secara terbuka membaca realitas persaingan nasional yang dinilainya kurang sehat, terutama dengan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Dengan fleksibilitas tata kelola dan kebutuhan pembiayaan yang besar, PTN-BH cenderung membuka penerimaan mahasiswa dalam skala luas.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Dirjen Pendis mendorong percepatan pembukaan program studi baru yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengembangan program double degree jenjang S1 melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi umum (PTU).

“Segera buka skema double degree S1, disilangkan dengan PTU melalui MoU. Pada akhirnya, ‘mahasiswaku mahasiswamu’. Ijazah ganda akan memperbesar peluang kerja lulusan kita,” jelasnya.

Ia menambahkan, strategi tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing lulusan, tetapi juga membuka ruang peningkatan Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara elegan dan tanpa kegaduhan, karena nilai tambah yang ditawarkan jelas dan terukur.

Dalam konteks publikasi SPAN PTKIN 2026, Dirjen Pendis menekankan pentingnya pelayanan maksimal kepada para pendaftar. Ia meminta agar tidak ada calon mahasiswa yang terabaikan informasinya.

“Pastikan mereka daftar ulang. Bila perlu, lakukan pendekatan personal, japri satu per satu. Jangan sampai pendaftar yang sudah berminat justru hilang karena kurang terinformasi,” pesannya.

Lebih jauh, ia mendorong penguatan strategi branding kampus. Menurutnya, setiap PTKIN harus memiliki figur atau role model yang mampu mengglorifikasi dan mengangkat reputasi institusi.

Di akhir sambutannya, Dirjen Pendis menegaskan bahwa tuntutan yang ia sampaikan bukan bentuk ketidakapresiasian terhadap kinerja humas PTKIN selama ini. Justru sebaliknya, tantangan yang semakin besar menuntut langkah yang lebih progresif dan terintegrasi.

“Kalaupun kami menuntut lebih, bukan berarti tidak mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Tantangan kita besar. Karena itu, strategi publikasi dan konsolidasi harus lebih kuat, lebih terukur, dan lebih berdampak,” pungkasnya.

Kegiatan konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi PTKIN untuk merumuskan strategi bersama dalam menghadapi SPAN PTKIN 2026, dengan semangat transformasi, kolaborasi, dan keberanian menjadi pemain utama di panggung pendidikan tinggi nasional.

(Lk)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.