DOSEN FEB UIN JURAI SIWO LAKUKAN PENDAMPINGAN UMKM BERBASIS EKONOMI ISLAM

IMG_20261101_185553

METRO, metrouniv.ac.id — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung terus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pendampingan Usaha Berbasis Nilai Ekonomi Islam di Kota Metro, tim dosen mendampingi tiga mitra usaha untuk memperkuat pengelolaan keuangan, memperjelas pola kerja sama, dan menerapkan nilai-nilai ekonomi Islam dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Suraya Murcitaningrum, Liana Dewi Susanti, dan Ahmad Ramadhon. Program tersebut berangkat dari kebutuhan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis, terutama dalam pencatatan keuangan, pengelolaan modal, pembagian tanggung jawab, serta kesepakatan mengenai keuntungan dan kerugian usaha.

Pendampingan melibatkan tiga mitra dengan karakteristik usaha yang berbeda, yaitu usaha distribusi beras, usaha penjualan yang dikelola oleh Ibu Lies, serta usaha nasi briyani ayam. Melalui observasi dan wawancara langsung, tim mengidentifikasi kondisi usaha, kontribusi modal, pembagian tugas, pola kerja sama, dan praktik pencatatan keuangan yang telah diterapkan oleh masing-masing mitra.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan secara bertahap pada 16 Agustus, 27 dan 28 Oktober, serta 4 dan 5 Oktober 2026. Selain pertemuan terjadwal, tim juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi usaha untuk menyesuaikan proses pendampingan dengan kebutuhan dan aktivitas para pelaku usaha

Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) atau penelitian aksi partisipatif. Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha dilibatkan secara aktif dalam mengenali persoalan, mendiskusikan alternatif solusi, melakukan perbaikan, dan mengevaluasi pengelolaan usaha. Dengan demikian, pendampingan tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan pada penyelesaian persoalan yang dihadapi mitra.

Pada usaha distribusi beras, pendampingan berfokus pada kejelasan kontribusi modal, pembagian peran, kepemilikan aset, serta kesepakatan mengenai pembagian keuntungan dan penanganan kerugian. Aspek-aspek tersebut penting untuk membangun kerja sama yang transparan dan memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak dalam menjalankan usaha.

Sementara itu, pada usaha penjualan yang dikelola Ibu Lies, pendampingan diarahkan pada penyempurnaan pencatatan pembelian, penjualan, dan pengeluaran. Pencatatan yang lebih teratur diharapkan membantu pemilik usaha mengetahui kondisi keuangan, menghitung keuntungan secara lebih tepat, serta membedakan penerimaan usaha dengan pengeluaran yang terjadi selama kegiatan bisnis.

Adapun pada usaha nasi briyani ayam, tim mendampingi mitra untuk memperkuat pencatatan keuangan yang telah berjalan dan mendorong dokumentasi kesepakatan kerja sama secara tertulis. Langkah ini ditujukan untuk memperjelas kontribusi, hak, kewajiban, dan tanggung jawab para pihak sekaligus meminimalkan potensi kesalahpahaman dalam pengelolaan usaha.

Selain aspek teknis pengelolaan bisnis, program ini menekankan penerapan nilai-nilai ekonomi Islam, seperti amanah, kejujuran, keadilan, transparansi, musyawarah, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan untuk membangun hubungan usaha yang sehat, memperkuat kepercayaan antarpihak, serta meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan modal dan hasil usaha.

Pencatatan keuangan yang tertib tidak hanya membantu pelaku usaha mengetahui biaya dan keuntungan, tetapi juga menjadi sarana pertanggungjawaban atas penggunaan modal. Demikian pula, kesepakatan kerja sama yang terdokumentasi dengan baik dapat membantu setiap pihak memahami kontribusi dan pembagian hasil yang telah disetujui bersama.

Dalam konteks kerja sama usaha, prinsip syirkah juga relevan untuk membantu pelaku usaha memahami pentingnya kejelasan kontribusi para pihak, kesepakatan pembagian keuntungan, dan tanggung jawab terhadap risiko usaha. Penerapannya perlu disesuaikan dengan karakteristik serta praktik kerja sama masing-masing mitra agar prinsip ekonomi Islam dapat diterapkan secara tepat.

Melalui pendekatan ini, tim dosen berupaya mendorong pelaku usaha agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan proses bisnis yang adil, transparan, dan bertanggung jawab. Pendampingan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mitra untuk membangun kebiasaan pengelolaan usaha yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Kegiatan PkM ini juga merupakan bagian dari kontribusi FEB UIN Jurai Siwo Lampung dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara dosen dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan UMKM sekaligus memperluas penerapan nilai ekonomi Islam dalam kegiatan ekonomi produktif.

Ke depan, pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk memantau penerapan pencatatan keuangan, mengevaluasi kesepakatan kerja sama, dan membantu pelaku usaha mempertahankan praktik pengelolaan yang telah diperbaiki. Keberhasilan program selanjutnya dapat dinilai melalui konsistensi pencatatan transaksi, kejelasan dokumen kesepakatan, serta kemampuan mitra menggunakan informasi keuangan dalam mengambil keputusan usaha.

Melalui perpaduan pendampingan manajemen usaha, penguatan akuntabilitas, dan penerapan nilai-nilai ekonomi Islam, FEB UIN Jurai Siwo Lampung berharap para pelaku UMKM di Kota Metro semakin mampu mengelola usaha secara mandiri, memperkuat kepercayaan dalam kerja sama, dan membangun kegiatan ekonomi yang lebih adil serta berkelanjutan. (Suraya)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.