Metro, metrouniv.ac.id – Dosen Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Jurai Siwo Lampung, Yeni Suprihatin, M.Pd., tampil sebagai salah satu pembicara dalam ajang bergengsi Labuan International Research Colloquium (KPPAL 2026). Acara berskala internasional ini diselenggarakan secara hibrida (virtual/hybrid) oleh Jabatan Pendidikan Wilayah Persekutuan Labuan, Kementerian Pendidikan Malaysia, Rabu, (21/10/2026).
Kolokium internasional ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yaitu “Digitalization: Character Formation & Artificial Intelligence in Education” (Digitalisasi: Pembentukan Karakter & Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan). Tema ini menyoroti bagaimana dunia pendidikan global beradaptasi dengan disrupsi teknologi tanpa mengesampingkan esensi moral peserta didik.
Dalam sesi presentasinya di Saluran 6 (Channel 6), Yeni Suprihatin memaparkan materi penting bertajuk “Educator Responsibility and Practical Possibilities: AI Can Support Character Formation, Educators Remain Responsible for Guiding It“.

Melalui paparan model Responsible AI, ia menjelaskan tiga tingkat integrasi teknologi di kelas, yaitu Automate (otomatisasi), Augment (penguatan pengajaran), dan Preserve (perlindungan nilai kemanusiaan). Ia menekankan prinsip utama bahwa “AI supports, Teachers lead”—teknologi Kecerdasan Buatan (AI) hadir untuk mendukung proses pembelajaran dan membantu pembentukan karakter, namun pendidik manusia tetap memegang kendali serta tanggung jawab penuh dalam membimbing moral, etika, dan interaksi emosional generasi muda.
Kehadiran dosen FTIK ini mendapat dukungan penuh dari pihak rektorat. Sebelum presentasi dimulai, Wakil Rektor 1 Bidang Academik UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum., memberikan arahan langsung sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi. Pihak kampus berharap partisipasi internasional ini dapat terus meningkatkan mutu akademik serta reputasi global UIN Jurai Siwo Lampung di kancah internasional.
Acara akademik yang berlangsung produktif dari pagi hingga petang (pukul 08.00 AM – 05.00 PM) ini mempertemukan para akademisi dan peneliti dunia. Secara keseluruhan, terdapat 66 pembentang/pemateri yang berpartisipasi membagikan riset mereka, dengan jalannya sesi presentasi yang dibagi secara teratur ke dalam 6 saluran pararel.
Keikutsertaan ini menegaskan komitmen kuat institusi dalam berkontribusi aktif pada perkembangan isu pendidikan global, khususnya dalam merespons integrasi AI dan penguatan karakter di dunia pendidikan modern. ( yy )