Metro, metrouniv.ac.id-Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung resmi berpamitan dengan keluarga besar kampus dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2 Gedung Rektorat Kampus I, Senin (2/3/2026). Tiga ASN memasuki masa purna bhakti terhitung 1 Maret 2026, sementara satu ASN lainnya menerima amanah mutasi ke perguruan tinggi keagamaan negeri di Yogyakarta.

ASN yang purna tugas yakni Drs. M. Ardi, M.Pd., dosen senior; Sumaryo, operator layanan operasional dengan tugas tambahan sebagai petugas keamanan; serta Sutaryo, P3K paruh waktu dengan tugas yang sama. Adapun Rakhmawati Listyarini, M.S.Ak., Pranata Keuangan APBN Penyelia sekaligus Bendahara Pengeluaran, menerima Surat Keputusan mutasi ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta efektif per 1 Maret 2026.
Acara berlangsung tertib dan formal di awal, sebagaimana lazimnya agenda pelepasan pegawai. Namun suasana perlahan berubah menjadi emosional ketika satu per satu ASN yang dilepas menyampaikan kesan dan pesan.

Drs. M. Ardi, M.Pd. menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama bertugas. Ia juga menitipkan harapan agar kampus terus berkembang. “Apa yang kami lakukan tentu tidak lepas dari kekurangan. Mohon dimaafkan. Kami bangga melihat UIN Jusila bergerak ke arah yang positif. Kabari kami jika ada capaian baik dari lembaga ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Sumaryo mengenang awal pengabdiannya sejak tahun 1998. “Biasanya pagi hari saya berada di lapangan. Pagi ini saya duduk di forum ini, seperti pesakitan, rasanya berbeda sekali. Perasaan saya campur aduk—perasaan yang sama ketika menerima SK awal CPNS, bedanya ini terasa pedih, sedih harus meninggalkan teman-teman yang sudah seperti keluarga,” tuturnya lirih.

Sementara itu, Rakhmawati Listyarini, M.S.Ak. mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya SK mutasi yang telah lama ia ajukan demi mendampingi suami yang bertugas di Yogyakarta serta anak-anaknya yang menempuh pendidikan di sana. Setelah 17 tahun bersama UIN Jusila, perpisahan itu bukan hal mudah. “Saya bersyukur, tetapi juga sedih. Terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa. Semoga pengganti saya dapat menjalankan amanah ini dengan lebih baik,” ucapnya.
Rektor UIN Jusila, Prof. Dr. Ida Umami, dalam sambutannya mengaku berat melepas para ASN yang telah menjadi bagian penting perjalanan institusi. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas yang telah diberikan.

“Pak Ardi sudah saya anggap seperti orang tua sendiri. Saya sering meminta masukan dan dukungan beliau. Tapi kita harus belajar ikhlas. Kadang kita merasa sesuatu akan selamanya bersama kita, padahal itu hanya titipan. Dan ketika waktunya kembali, kita harus rela melepas,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf, termasuk kepada Rakhmawati karena sempat mengulur proses mutasi. “Terus terang saya khawatir kehilangan tenaga sebaik Mbak Rakhma, sehingga beberapa kali juga saya tunda mutasinya. Namun saya yakin, karier beliau akan berkembang lebih baik di tempat yang baru,” tuturnya.

Di penghujung acara doa dipimpin oleh M. Fauzan ‘Adzima, M.Ag. Dalam hening, seluruh hadirin menundukkan kepala, larut dalam untaian doa yang memohon keberkahan atas pengabdian yang telah ditunaikan serta kelapangan jalan bagi langkah baru yang akan ditempuh. Doa dipanjatkan bagi Lembaga, para purna bhakti dan kesuksesan bagi yang berpindah tugas.

Usai doa, acara dilanjutkan dengan saling bersalaman. Jabatan tangan terasa lebih lama dari biasanya, pelukan menjadi lebih erat, derai air mata seolah enggan benar-benar melepaskan. Hari itu, perpisahan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum batin yang menyatukan kenangan, pengabdian, dan ketulusan. ()