Banjarrejo, metrouniv.ac.id, – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Metro melaksanakan prosesi yudisium yang berlangsung siang tadi di Gedung Academic Centre (22/01/2025), diikuti oleh 139 peserta yudisium yang telah menyelesaikan ujian munaqosyah. Acara tersebut menandai kelulusan para mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FEBI yang siap melangkah ke dunia profesional.


Dalam sambutannya, Dekan FEBI Dr. Mat Jalil, M.Hum, menekankan pentingnya pembentukan karakter dalam pendidikan. “Sarjana itu harus berkarakter. Karakter yang kuat hanya bisa dibentuk melalui penempaan langsung, bukan hanya lewat teknologi digital. Pembentukan karakter harus dilakukan face to face melalui dinamika dan tantangan kehidupan,” ujar Dr. Mat Jalil. Ia juga menegaskan tema yudisium kali ini, yaitu “Mewujudkan Lulusan yang Unggul dan Berakhlak Mulia,” sebagai landasan untuk membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas yang tinggi.


Sambutan juga disampaikan oleh Prof. Suhairi, M.H., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, yang mewakili Rektor. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Suhairi mengingatkan para lulusan untuk menjaga integritas dalam kehidupan mereka. “Selalu jalani kehidupan sesuai dengan tuntunan agama dan akhlak mulia. Indonesia bukan kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah orang yang pintar, namun juga memiliki integritas dan akhlak mulia,” katanya.

Ketua Senat IAIN Metro, Prof. Dr. Enizar, M.Ag, juga turut memberikan pesan motivasi. “Kampus ini adalah tempat belajar tentang banyak hal, bukan hanya tentang mata kuliah. Pendidikan ini membentuk kalian menjadi pribadi yang siap menghadapi segala tantangan kehidupan,” tuturnya.


Acara yudisium ini juga diwarnai dengan pembacaan SK Rektor tentang peserta yudisium terbaik dan tercepat. Yuyun Yuniarti, M.Si., Wakil Dekan Bidang I FEBI, membacakan daftar nama-nama mahasiswa berprestasi tersebut. Viqi Prananda dari Program Studi Pendidikan Bisnis Syariah (PBS) terpilih sebagai mahasiswa terbaik dengan IPK 3.91. Sementara itu, Azmi Buya Ababil dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (MHU) mencatatkan masa studi tercepat dengan durasi 3 tahun 4 bulan 26 hari dan IPK 3.87.
Acara ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa terbaik dan tercepat, serta doa bersama untuk kesuksesan para lulusan dalam menghadapi tantangan dan perjalanan karier mereka di masa depan. (Lk)