Metro, IAIN Metro Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Metro Lampung melaksanakan yudisium periode II Tahun 2017 di Gedung Serba Guna (GSG) IAIN Metro pada Rabu (16/08). Peserta yudisium sebanyak 224 orang yang terdiri atas jurusan Ekonomi Syariah dan D3 Perbankan Syariah.
Yudisium tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I IAIN Metro, Dr. Suhairi, S.Ag., M.H.; Kabiro AUAK IAIN Metro, Drs. H. Zahdi Taher, M.H.I; dan Dekan FEBI IAIN Metro Dr. Widhiya Ninsiana, M.Hum. beserta jajaran pejabat di lingkungan FEBI. Hadir juga Husnul Fatarib, Ph.D, Dekan Fakultas Syariah IAIN Metro; Dr. Akla, M.Pd., Dekan FTIK IAIN Metro, dan Dr. Mat Jalil, M.Hum, Dekan FUAD IAIN Metro.
Dalam sambutannya, Dr. Widhiya Ninsiana, M.Hum. menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yudisium yang telah menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Metro. Widhiya mengibaratkan pendidikan di perguruan tinggi seperti bunga. “Mekarnya serempak, tapi masaknya satu per satu.”, tegasnya. Hasilnya beda-beda sesuai dengan seberapa serius belajarnya.
Lebih lanjut, Dekan FEBI berpesan agar setelah meninggalkan almamater, para alumni tetap menjaga akhlak dan nama baik almamater. Widhiya menambahkan, pembelajaran di masyarakat lebih berat karena yang dinilai tidak hanya kecerdasan, tetapi juga sifat, sikap, kelakuan, dan mental. “Jangan mudah menyerah. Jatuh. Bangun lagi. Jatuh. Bangun lagi.”, pesan Widhiya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Metro, Dr. Suhairi, M.H. menyampaikan selamat kepada mahasiswa yang sudah menyelesaikan studi, juga kepada FEBI yang sudah mengantarkan mahasiswa menjadi sarjana. “Yudisium bukan akhir segalanya. Masih ada S2. Ada juga S3. Belum lagi pendidikan nonformal dan pengembangan diri. Jangan pernah puas belajar. Karena belajar itu sepanjang hayat.”, kata Suhairi.
Suhairi berpesan, era ke depan semakin ketat dan kompetitif. Bahkan lulusan dengan predikat cumlaude sekalipun tidak ada jaminan sukses, karena kecerdasan intelektual hanya menentukan kesuksesan 20 persen. Yang lebih menentukan adalah kecerdasan emosional. Hal ini perlu dilatih. Karena itu, boleh jadi ada mahasiswa yang proses skripsinya berbelit, tapi lebih sukses karena kecerdasan emosinya lebih terlatih.
Suhairi menegaskan bahwa potensi kecerdasan yang tidak diasah tidak akan tajam. “Karena itu, setiap kita harus memiliki konsep diri. Bagaimana diri ini dipahami, bagaimana diri dipersepsi, dan bagaimana idealitas diri. Harus jelas.”, kata Suhairi.
Kemudian, Suhairi menyampaikan kabar baik. Mulai tahun 2017 ini, program pascasarjana IAIN Metro sudah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan pendidikan S2 prodi Ekonomi Syariah. Oleh karena itu, para lulusan FEBI tidak perlu jauh-jauh untuk studi lanjut. “Lebih dekat dan biaya lebih murah.”, tukas Suhairi.
Terakhir, Suhairi berpesan, “Kesuksesan ditentukan diri sendiri, bukan para dosen. Jangan mengandalkan ijazah untuk ingin jadi PNS. Yang harus dibangun adalah kreativitas dan entrepreneurship. Harus bisa membuka lapangan pekerjaan, bukan menambah pengangguran. Kalau ada alumni IAIN Metro, terutama FEBI, yang kebingungan dengan ijazah, maka lembaga kita telah gagal.”
Yudisium ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada peserta yudisium dengan IPK terbaik, tercepat, dan termuda. Adapun peserta yudisium terbaik diraih oleh Lena Epriliana dari jurusan Ekonomi Syariah dengan IPK 3.80 (cumlaude). Sementara peserta yudisium terbaik dari jurusan D3 Perbankan Syariah diraih oleh Lutfi Indah Nurmalasari dengan IPK 3,75 (cumlaude).
Kemudian, peserta yudisium termuda dari jurusan Ekonomi Islam adalah Sarifatul Hasanah dengan usia 20 tahun 11 bulan 5 hari dengan IPK 3,54 (cumlaude). Sedangkan peserta yudisium termuda dari jurusan D3 Perbankan Syariah adalah Ani Filmas Ruroh dengan usia 20 tahun 1 bulan 27 hari dengan IPK 3,69 (cumlaude).
Peserta yudisium tercepat dari jurusan Ekonomi Syariah adalah Sela Listiani dengan masa studi 3 tahun 8 bulan 21 hari dengan IPK 3,64 (cumlaude). Peserta yudisium tercepat dari jurusan D3 Perbankan Syariah adalah Sohimah dengan masa studi 2 tahun 8 bulan 20 hari dengan IPK 3,55 (cumlaude). [Red/Nas]