Labuhan Maringgai, metrouniv.ac.id – Sejak pertama kali survey lokasi Kuliah Pengabdian Masyarakat (selanjutnya disingkat KPM), Sausan Azizah yakin: kondisi air tanah yang payau dan berbau karat merupakan masalah krusial, yang dialami masyarakat Desa Sukorahayu, Kec. Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Bahkan keresahan muncul ketika mahasiswi jurusan Bahasa Arab ini mengetahui bahwa dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan konsumsi warga haruslah membeli.
“Mesin penyaringan air sebenarnya sudah disediakan. Tapi kondisinya tak terawat. Jadi kini tidak digunakan,” katanya, kepada metrouniv. Hal ini yang melatarbelakangi perempuan yang kini duduk di semester delapan itu menginisiasi program filter air. Alasannya masuk akal. Atas dasar pertimbangan praktis untuk diterapkan di rumah-rumah warga, Kelompok KPM Desa Sukorahayu memulai dengan hal kecil yakni mengedukasi Kelompok Risma setempat–yang belum lama ini mereka reorganisasi.
Berbahan dan cara membuat yang sederhana, kegiatan edukasi itupun berlangsung pada jumat (16/02/18), siang tadi, di posko KPM Desa Sukorahayu. Kepada metrouniv, Azizah pun berujar, bahwa kegiatan mengedukasi Kelompok Risma adalah bentuk membuka mata rantai tanggung jawab. Mengingat remaja merupakan bagian dari masyarakat yang juga merupakan penerus generasi.
Filter air tradisional tersebut, dalam praktiknya dirasa cukup berhasi. Itu didasarkan pada beberapa perubahan. Seperti warna dan bau. “Terjadi perubahan warna. Rasa karatnya pun hilang,” ujar Irfan, yang juga merupakan mahasiswa KPM IAIN Metro 2018 saat membuktikan hasil filtrasi dengan mengkonsumsinya langsung.
Ayu Puji, siswi kelas 10 yang merupakan bagian dari Risma Desa Sukorahayu menaruh harapan besar pada filter air tradisional tersebut. Hal itu dikarenakan hampir semua orang di desanya membeli air untuk kebutuhan dapur. “Jadi, kalau banyak orang yang membuat filter, bakal bisa menekan biaya pengeluaran sehari-hari, Kak,” pungkas remaja tersebut.
Warga Desa Sukorahayu bisa cukup tenang akan kebutuhan air bersih. Tapi itu untuk sementara. “Butuh perhatian pemerintah setempat agar pompa penyaringan air di Desa Sukorahayu kembali berfungsi. Terlebih di daerah yang bermasyarakat muslim seperti ini. Terpenuhinya kebutuhan air bersih sangatlah penting mengingat air menjadi hal mendasar untuk bersuci,” kata Azizah.