Metro, IAIN_Metro (28 Januari 2017) Sebagai tindak lanjut dari ditetapkannya IAIN Metro sebagai salah PIC perguruan tinggi dalam Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), mulai tahun 2017 ini semua lini kegiatan baik pembangunan infrastruktur maupun pengembangan program dan kegiatan, sudah harus menerapkan konsep Pengarusutamaan Gender (PUG).
Hal ini dibuktikan dengan akan dibangunnya Gedung Perkuliahan 3 lantai yang berlokasi di Kampus II IAIN Metrodi Banjarrejo Kab. Lampung Timur. Gedung perkuliahan yang menempati luas lahan 1.260M2 ini terdiri dari 3 lantai dengan fasilitas yang sangat mewah. Dengan anggaran pembangunan gedung ini bersumber dari SBSN, fasilitas ruang perkuliahan tidak hanya ruang kelas perkuliahan, tetapi juga mengakomodir kebutuhan-kebutuhan yang sangat responsif gender, seperti tangga khusus difable, ruang laktasi, koridor khusus bagi penyandang cacat dan pemisahan toilet pria dan wanita.
Sebagaimana diketahui, responsif gender harus memperhatikan kebutuhan, pengalaman, permasalahan dan dampak dari tata tangunan dan lingkungan terhadap perempuan dan laki-laki mengapa harus melibatkan perempuan dan laki-laki dalam setiap tahapan, agar kebutuhan khusus masing-masing terpenuhi, agar hasil tata bangunan tepat sasaran tidak memboroskan anggaran, tidak menyebabkan ketimpangan hubungan dan hasil pemanfaatan antara laki-laki dan perempuan.
Hal ini tidak terlepas dari dipastikan kesamaan dalam hal akses, partisipasi, kontrol dan manfaat antara perempuan dan laki-laki dalam seluruh tahapan perencanaan, pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pemantauan. Hingga pada akhirnya dokumen perencanaan Pembangunan Tata Ruang dalam pembangunan Gedung Kuliah Kampus II IAIN Metro, telah menjawab kebutuhan perempuan dan laki-laki dan menciptakan peluang yang sama antara keduanya pada proses perencanaan pada proses pembangunan dan proses paska pembangunan .
Tidak hanya itu, Gedung perkuliahan 3 lantai yang sumber pendanaannya bersumber dari SBSN tersebut yang dalam pelaksanaanannya melibatkan TP4D (Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat dan Daerah) Kejaksanaan Lampung Timur, juga mengadopsi kearipan lokal. Walaupun dengan model pembangunan modern, kearipan lokal jangan sampai ditinggalkan, karena bangunan infrastruktur bisa jadi tapak sejarah di masa depan.