METRO- METROUNIV Sesuai dengan keputusan Dirjen Diktis Kemenag RI No 1056 Tahun 2017 tentang Panduan Umum Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pelaporan Penelitian pada PTKI mulai tahun anggaran 2018 seluruh penelitian dosen di lingkungan PTKIN diselenggarakan secara terpusat dan dikelola secara daring. Menghadapi hal ini, IAIN Metro bergegas mempersiapkan seluruh dosen untuk menyambutnya dengan menggelar sosialisasi pendaftaran penelitian online TA 2018.
Acara ini diselenggarakan di Ruang Rapat Rektor Gedung Rektorat lantai II IAIN Metro pada Selasa (5/9). Dalam arahannya, Wakil Rektor I, Dr. Suhairi, S.Ag, M.H. menyampaikan informasi bahwa anggaran penelitian di PTKAIN adalah sebesar 30%. Dana ini bersumber dari BOPTN. “Kita perlu optimalkan pemanfaatan dana ini.”, kata Suhairi.
Suhairi menambahkan, selain program penelitian dosen dengan berbagai kategori dan kluster sesuai amanat Dirjen Diktis, IAIN Metro akan membuat beberapa program unggulan, seperti pendampingan penulisan jurnal internasional bereputasi dan program postdoktoral untuk dosen yang sudah bergelar doktor. Hal ini untuk mengejar jumlah Guru Besar yang masih perlu ditingkatkan di IAIN Metro.
Selanjutnya, Imam Mustofa, M.S.I, Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan IAIN Metro menyampaikan sosialisasi pendaftaran proposal penelitian secara daring untuk TA 2018 melalui laman litapdimas.kemenag.go.id . Imam melakukan simulasi pendaftaran di laman tersebut. Ia meminta kepada semua dosen yang hadir untuk mendampingi dosen yang tidak hadir untuk mendaftar di laman tersebut.
Imam kemudian memaparkan bahwa per tahun 2018 penganggaran penelitian akan dilakukan secara lebih berkeadilan. Jika sebelumnya anggaran disamaratakan, per tahun 2018 anggaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penelitian. “Penelitian di Metro tentu membutuhkan anggaran yang berbeda dengan penelitian komparasi antara Indonesia dengan Singapura, misalnya.”, imbuhnya.
Anggaran yang dialokasikan untuk penelitian adalah 30% dari anggaran penelitian. “Anggaran ini sudah dikunci.”, tegas Imam, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menyebut bahwa, “Anggarannya lebih besar, tapi pertanggungjawabannya juga lebih besar.” Kini setiap penelitian dituntut ada output (naskah akademik) dan outcome (publikasi ilmiah) yang berbeda-beda sesuai kluster dan anggaran yang disediakan.
Selain penelitian, ada program senada yang juga diselenggarakan dalam satu frame penelitian, yakni penghargaan jurnal ilmiah, ekspose publikasi karya ilmiah, dan pengabdian berbasis riset. Semuanya juga diselenggarakan dan dikelola melalui satu pintu di laman litapdimas.kemenag.go.id.
Sebelumnya, dosen-dosen senior yang sudah memenuhi kualifikasi berpendidikan minimal doktor mendaftar sebagai reviewer penelitian. Mereka ini akan menjadi reviewer di berbagai kampus PTKI yang juga menyelenggarakan penelitian. “Ada 15 dosen yang sudah mengajukan aplikasi sebagai reviewer.”, pungkas Imam. [jul/nas]