Metro – Batanghari, metrouniv.ac.id. – Tahapan perubahan bentuk dari institut menjadi universitas yang dilakukan oleh IAIN Metro hari ini (Selasa-07/03/2023) memasuki tahap visitasi. Proses perubahan bentuk dari IAIN menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) dibawah kepemimpinan Rektor IAIN Metro, Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag. PIA. dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Suhairi, M.H. sebagai koordinator perubahan beserta tim dilakukan berdasarkan PMA (Peraturan Menteri Agama (PMA) Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2022 tentang Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perguruan Tingggi Keagamaan Negeri (PTKIN) sejak akhir tahun 2022 yang lalu.
Kegiatan visitasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendididkan Islam Kementerian Agama RI dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Bait Al Hikmah IAIN Metro Kampus II IAIN Metro yang terletak di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Lampung Timur. Kehadiran tim visitasi perubahan bentuk PTKI yang dipimpin oleh Kepala Biro Ortala Kemenag RI, Drs. H. Akhmad Lutfi, M.M. disambut langsung oleh Rektor IAIN Metro, Dr. Hj. Siti Nurjanah, M.Ag., Ketua Senat IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Enizar, M.Ag. beserta para Wakil Rektor, Kepala Biro AUAK, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, anggota Senat, dan seluruh pejabat dilingkungan IAIN Metro.

Diawali dengan pengalungan selendang tapis kepada rombongan tim visitasi, dilanjutkan dengan penampilan tari sembah yang dibawakan oleh para mahasiswa IAIN Metro sebagai tanda penghormatan kepada para tamu. Acara dilanjutkan dengan seremonial yang digelar di lantai 1 gedung perpustakaan.

Kegiatan upacara pembukaan visitasi yang digelar di lantai 1 Gedung Perpustakaan juga dhadiri secara virtual melalui zoom meeting oleh Staf Khusus Menteri Agama Abdul Rochman.
Pada acara tersebut pada sambutannya Rektor IAIN Metro menyampaikan bahwa IAIN Metro siap bertransformasi untuk berubah bentuk menjadi UIN.
“Kerja keras sudah kami lakukan untuk penyusunan proposal perubahan bentuk sejak bebrapa waktu yang lalu. Kami sangat bahagia dan sangat berharap proses visitasi akan membawa dan membuahkan hasil yang maksimal untuk perubahan IAIN Metro Menjadi Universitas Islam Negeri,” terang Nurjanah.
Ada 5 poin penting disampikan oleh Nurjanah sebagai dasar perubahan bentuk menjadi UIN.

“Ada beberapa point yang menjadi dasar perubahan bentuk yaitu pertama respon dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan lingkungan dalam integrasi keislaman, keilmuan dan kei Indonesiaan, yang selanjutnya termaktub socio-eco-techno-preneurship dalam visi UIN. Kedua kebutuhan destinasi pendididkan tinggi yang tidak hanya menampung lulusan Madrasah Aliyah saja akan tapi Sekolah Menegah Atas dan yang sederajat. Ketiga kontribusi dan dorongan lulusan untuk dapat mengkases lapangan kerja yang lebih luas, keempat relevansi kebutuhan pembangunan nasional terhadap peningkanan sumber daya manusia yang mumpuni tangguh adaptif dan religious dalam menghadapi intervensi globalisasi. Kelima kebutuhan integrasi dan interkoneksi antara keilmuan Islam sains dan seni dalam operasional ketategaraan dalam kehidupan masyarakat,” tegas Rektor.
“Diantara trigger yg mendorong untuk berinisiasi untuk melakukan perubahan bentuk adalah daya tawar, keunggulan, dan distingsi UIN Jurai Siwo Metro yg termahtuf dalam falsafah mahkota pengetahuan yang merupakan akumulasi konstruktif disiplin ilmu pengetahuan yang meliputi religious sians, natural sains, humanity sains, dan social sains, yang akan melahirkan nilai-nilai religious, adaptif dan transformative berdaya dan mandiri. Untuk spriti sosi eco tekno preunersif. UIN Jurai Siwo Metro akan mejadi kampus perberdayaan dan peradaban bagi masyarakat.” Tutupnya.
Kegiatan yang dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Agama H. Abdul Rochman secara virtual menyampaikan apresiasi kepada Rektor IAIN Metro yang telah melaksanakan pesan dari Menteria Agama.

“Beberapa saat setelah dilantik tepatnya 2 tahun yang lalu Rektor langsung diminta oleh Gusmen untuk segera beralih status menjadi UIN, proses tersebut agar lebih cepat pelaksanaan peralihanya sebelum masa jabatan 4 tahun berakhir. Sebagai bukti telah dipenuhinya janji dan tekat dari IAIN Metro dengan pengajuan proposal alih status yang hari ini akan dilakukan visitasi. Berdasarkan data yang dikirimkan hampir semua memenuhi syarat,” terang Staffsus.
“IAIN Metro mempunyai target dan tahapan yang ingin di capai dalam beberapa tahun kedepan, 25 tahun kedepan setalah menjadi UIN akan menjadi kampus bersekala global, dan target tersebut akan terpenuhi dengan kerja keras dan ikhtiar tidak sampai 25 tahun dapat diwujudkan,” tambah Abdul Rochman melalui zoom meeting.
Kepala Biro Ortala menyampaikan dengan tekat dan kerja keras yang kuat dari seluruh sivitas akademika proses transformasi menjadi UIN dapat segera terwujud.

“Tujuan perubahan bentuk sejalan dengan founding father dan UUD 1945, transformasi perubahan bentuk adalah sebagai peningkatan kualitas kelembagaan dan berubahnya menjadi UIN akan meningkatkan pembangunan sejalan dengan tuntutan global. Dengan semangat dan kerja keras Rektor, Senat bersama pimpinan dan seluruh sivitas akademika IAIN Metro dalam waktu secepatnya dapat terwujud menjadi UIN Jurai Siwo Metro,” Jelas Kepala Biro.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan visitasi yang diawali dengan pemaparan dokumen perubahan bentuk dari IAIN Metro menjadi UIN Jurai Siwo Metro yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Dr. Buyung Syukron, S.Ag. SS, MA. dan dilanjutkan dengan pembahasan oleh tim visitasi yang terdiri H. Akhmad Lutfi, Hasyim Khumaedi, Farhatin Ladia, dan Lulu’atun Nasihah.

Usai melakukan diskusi dan pembahasan dilakukan penandatanganan berita acara visitasi dan dilakukan penyerahan secara simbolis berita acara tersebut dari tim visitasi yang disampaikan oleh Kepala Biro Ortala kepada Rektor IAIN Metro.

Usai pembahasan visitasi dilanjutkan dengan melakukan peninjauan lapangan yang dilakukan di kampus I dan Kampus II IAIN Metro. (ss_humas)