Metro, metrouniv.ac.id – Menjelang pelaksanaan Tes Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Ujian Masuk (UM) Mandiri Gelombang I yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026 secara daring, UIN Jurai Siwo Lampung memastikan seluruh aspek pelaksanaan telah dipersiapkan secara matang. Komitmen tersebut ditegaskan melalui rapat koordinasi panitia yang digelar secara virtual pada Senin (6/7).
Rapat diikuti jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Kepala Biro Administrasi Keuangan Umum (AKU), serta seluruh panitia pelaksana. Pertemuan dipimpin oleh Ketua Pelaksana PMB UM Mandiri, Dr. Aria Septi Anggaira, yang menekankan pentingnya kesiapan teknis maupun substansi agar proses seleksi berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

Sebelum pembahasan teknis dimulai, Kepala Biro AKU menyampaikan arahan mengenai pentingnya koordinasi lintas tim untuk memastikan setiap tahapan seleksi berlangsung tanpa kendala. Selanjutnya, Dr. Aria membuka ruang diskusi bagi seluruh panitia guna mengidentifikasi potensi tantangan sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan ujian daring.
Salah satu pembahasan penting disampaikan oleh Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung sekaligus panitia seleksi, Ustaz Taufik Nazar, yang mengulas kesiapan teknis pelaksanaan tes berbasis Zoom. Menurutnya, penyelenggaraan ujian daring memerlukan operator khusus yang bertugas mengarahkan peserta ke ruang-ruang virtual sesuai penguji, serta penggunaan akun Zoom berlisensi agar proses seleksi dapat berlangsung tanpa hambatan waktu.

Ia juga memaparkan mekanisme pelaksanaan tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang menjadi salah satu instrumen penting dalam seleksi calon mahasiswa. Tes tersebut bertujuan memetakan kemampuan dasar calon mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari karakter akademik dan keislaman yang dikembangkan UIN Jurai Siwo Lampung.
Selain BTQ, peserta akan mengikuti sesi wawancara yang menggali berbagai aspek, mulai dari kesiapan akademik, pengenalan diri, hingga wawasan umum dan pengetahuan keislaman. Hasil wawancara tersebut akan menjadi dasar bagi universitas untuk memetakan profil awal mahasiswa baru sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembinaan akademik maupun penguatan karakter selama menempuh pendidikan.

Berdasarkan data panitia, sebanyak 130 calon mahasiswa akan mengikuti seleksi pada gelombang pertama ini. Dari jumlah tersebut, 85 peserta merupakan pendaftar kolektif dengan pilihan Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), sedangkan 45 peserta mendaftar secara mandiri.
Melalui persiapan yang komprehensif, UIN Jurai Siwo Lampung berharap pelaksanaan Tes UM Mandiri Gelombang I tidak hanya menjadi proses seleksi penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menghadirkan generasi akademik yang unggul, berintegritas, serta memiliki kompetensi keislaman yang baik. ( )