Metro, metrouniv.ac.id – Kementerian Agama Republik Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Terfavorit 2025 dalam ajang Information Transparency Award yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia. Penghargaan bergengsi ini diumumkan pada acara Closing Ceremony Pameran Keterbukaan Informasi Publik 2025 di Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan informatif.
“Kami di UIN Jurai Siwo Lampung siap mendukung penuh program Kementerian Agama, terutama dalam memperkuat peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Ini merupakan bentuk nyata implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Prof. Ida.

Menurutnya, keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban administratif, melainkan juga bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui penguatan peran PPID, UIN Jurai Siwo Lampung akan terus berupaya menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan dapat diakses secara luas.
Ajang Information Transparency Award merupakan kegiatan tahunan yang digelar KIP sebagai bagian dari rangkaian Pameran Keterbukaan Informasi Publik. Tahun ini, penghargaan dibagi ke dalam lima kategori, yaitu Booth Terinformatif, Penyedia Informasi Terbaik, Strategi Komunikasi Terbaik, Badan Publik Terinovatif, dan Badan Publik Terfavorit.
Kementerian Agama berhasil menarik perhatian publik berkat inovasi dan strategi komunikasinya yang dinilai informatif, interaktif, dan mudah diakses. Selain Kemenag, penghargaan pada kategori yang sama juga diberikan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Juara 1) serta Kementerian PANRB (Juara 2).
Di akhir keterangannya, Prof. Ida menambahkan bahwa UIN Jurai Siwo Lampung akan terus melakukan langkah-langkah konkret dalam mendukung misi Kemenag menjadi badan publik yang informatif, inovatif, dan dipercaya masyarakat.
“Keterbukaan informasi adalah cerminan integritas dan akuntabilitas. Kami akan terus berbenah agar UIN Jusila dapat menjadi bagian dari budaya transparansi yang dibangun Kementerian Agama,” pungkasnya.