Lampung, metrouniv.ac.id – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren pada Minggu (2/11/2025) bertempat di Gedung Akademik Center Kampus 2 UIN Jusila. Kegiatan ini diikuti oleh 250 santri Ma’had Al-Jami’ah yang merupakan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Ida, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof. Akla, Mudir Ma’had, serta para pimpinan pondok pesantren mitra UIN Jurai Siwo Lampung.
Dalam sambutannya, Prof. Ida secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh santri. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan pintu gerbang penting untuk memahami nilai-nilai adab, etika, serta tata krama kehidupan di lingkungan pesantren.

“Seorang santri harus mampu menampilkan akhlak yang mulia, menjaga adab dalam menuntut ilmu, serta menjauhkan diri dari perilaku negatif seperti gaya hidup hedonisme,” ujar Prof. Ida.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan para santri agar bijak dalam mengelola keuangan, mengingat sebagian besar peserta merupakan penerima beasiswa KIP.
“Gunakan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk mendukung studi dan pengembangan diri. Jalani program Ma’had dengan penuh khidmat agar dapat meraih manfaat dan membawa nama baik UIN Jurai Siwo Lampung,” pesannya.
Kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren ini menghadirkan tiga narasumber utama yang menyampaikan materi seputar nilai-nilai kepesantrenan dan relevansinya di era modern.
- Prof. Akla membuka sesi dengan topik “Santri Beradab di Era Digitalisasi Ilmu”, yang mengulas pentingnya menjaga adab dan integritas di tengah kemajuan teknologi.
- Kyai M. Yahya Kamal Mustofa, Al-Hafidz, menyampaikan materi kedua bertajuk “Al-Qur’an di Tangan Santri, Peradaban di Depan Mata”, menekankan peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam berbasis Al-Qur’an.
- Sesi terakhir diisi oleh Ustaz Suparman dengan tema “Kitab Kuning: Pilar Intelektual dan Spiritual Dunia Pesantren”, yang mengajak santri untuk kembali memahami nilai-nilai klasik pesantren sebagai fondasi kecendekiaan dan spiritualitas.
Mudir (Kepala) Ma’had Al Jami’ah UIN Juai Siwo Lampung, Taufid Hidayat Nazar berharap melalui kegiatan ini, Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung berharap para santri dapat memahami dan menghayati kehidupan pesantren secara utuh, serta menjadi generasi beradab, berilmu, dan berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.
“Alhamdulillah para mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung yang telah terdaftar sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah telah mengikuti kegiatan pengenalan budaya pessantren. tentunya harapannya para mahasiswa ini akan menjadi generasi yang tangguh dalam menegakan ilmu dan akhlak dimasyarakat,” ujarnya.
kontributor : Faizal