Ma’had Al-Jami’ah UIN Jusila Kenalkan Budaya Pesantren, Tanamkan Karakter Islami dan Cetak Mahasiswa Berprestasi

Peserta

Lampung, metrouniv.ac.id – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Jurai Siwo Lampung menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren sekaligus menyongsong peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gedung Academic Center (GAC), Kampus II UIN Jusila, Jumat (16/10/2026), dengan diikuti ratusan peserta yang terdiri atas mahasantri Ma’had Al-Jami’ah angkatan pertama tahun 2025 dan angkatan kedua tahun 2026 serta mahasiswa dari berbagai program studi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan kehidupan pesantren kepada mahasiswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun karakter, serta memperkuat budaya mengaji di lingkungan kampus.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Jusila, Yudiyanto; Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum, Win Hartan; Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar; Kepala Bagian Umum; Kepala Subbagian Akademik; serta para pengelola dan ustaz Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung.

Pengenalan budaya pesantren ini juga menghadirkan dua narasumber yang memiliki kedekatan dengan UIN Jusila, yakni Heru Diantoro, yang pernah menjadi dosen di UIN Jusila, serta Muhammad Fauzi Sholeh, alumni UIN Jusila.

Mengawali kegiatan tersebut setalah pembacaan ayat suci Al Qur’an dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UIN Jurai Siwo Lampung serta Mars Hari Santri dilanjutkan dengan pencampilan Nadzom Aqidatul Awam oleh Mahasantri angkatan pertama Ma’had Al Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung.

Dalam laporannya, Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Taufid Hidayat Nazar, menyampaikan bahwa program pembinaan mahasantri mulai menunjukkan perkembangan positif, baik dalam hafalan Al-Qur’an, kegiatan organisasi, maupun prestasi di berbagai bidang.

Ia mengungkapkan, sebanyak 17 mahasantri angkatan pertama telah menguasai hafalan minimal Juz 30. Mereka juga mulai berperan sebagai duta di fakultas masing-masing, aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa, baik internal maupun eksternal kampus, serta menjadi perwakilan UIN Jusila dalam sejumlah perlombaan tingkat nasional.

“Mahasantri ini merupakan mutiara yang harus terus digosok dan dipoles agar semakin bersinar serta mampu membawa nama baik kampus,” ungkapnya.

Taufid menambahkan, mahasantri angkatan pertama dan kedua dijadwalkan mengikuti sejumlah perlombaan pada Sabtu dan Ahad. Sementara itu, sebagian besar mahasantri angkatan kedua tahun 2026 telah menghafal Juz 30 dan diharapkan dapat mengikuti Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 juz yang akan diselenggarakan di Tulungagung.

Ia menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan pengenalan budaya pesantren kali ini merupakan mahasiswa UIN Jusila yang setidaknya telah memiliki hafalan Al-Qur’an satu juz. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengenal dan menjalani kehidupan pesantren dengan menjadi santri mukim di Ma’had Al-Jami’ah UIN Jusila.

Menurutnya, pengenalan budaya pesantren menjadi langkah penting untuk memperluas pemahaman mahasiswa tentang kehidupan santri, mulai dari pembiasaan ibadah, kedisiplinan, kesantunan, hingga penguatan ilmu agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan akademik dan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Taufid juga menyampaikan bahwa pendaftaran mahasiswa yang berminat menjadi santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung tahun akademik 2026/2027 masih dibuka.

Ia berpesan agar para mahasantri senantiasa memegang tiga nilai utama, yakni hikmah, santun, dan terus mengaji. Ketiga nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam membangun pribadi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Jusila, Yudiyanto, dalam sambutannya mewakili rektor menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Ida Umami, UIN Jurai Siwo Lampung terus berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami dan mampu menjalani kehidupan dengan bahagia.

Menurutnya, kebahagiaan dan kualitas hidup tidak cukup dibangun melalui pengembangan kemampuan intelektual dan fisik semata. Keduanya perlu diseimbangkan dengan pembinaan jiwa, spiritualitas, dan karakter yang kuat.

“UIN Jusila menginginkan lulusan yang bahagia. Hal itu tidak bisa dicapai tanpa karakter Islami. Jika kehidupan tidak seimbang antara pembangunan fisik dan jiwa, maka akan ada bagian dari kehidupan yang pincang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan Islam memiliki kekhasan dalam membangun keseimbangan tersebut melalui kurikulum dan lingkungan pendidikan yang menyeluruh. Salah satu upaya yang terus dikembangkan UIN Jusila ialah keberadaan Ma’had Al-Jami’ah sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan spiritualitas, serta pembiasaan perilaku Islami bagi mahasiswa.

Yudiyanto berharap Ma’had Al-Jami’ah dapat menjadi prototipe pembinaan mahasiswa yang mampu melahirkan sarjana berkarakter, tidak kaku dalam menghadapi kehidupan, memiliki energi positif, serta mampu menikmati perjalanan hidup dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ia juga menegaskan komitmen kampus untuk terus mendukung peningkatan fasilitas dan kelayakan sarana prasarana pesantren demi menciptakan lingkungan pembinaan yang nyaman bagi para mahasantri.

Salah satu upaya yang sedang dilakukan adalah pengusulan pembangunan gedung Ma’had Al-Jami’ah. Ia berharap dukungan dan doa dari para santri serta seluruh pihak dapat mengantarkan rencana pembangunan tersebut menuju realisasi pada 2028 mendatang.

Kegiatan Pengenalan Budaya Pesantren sekaligus menyongsong Hari Santri Nasional 2026 tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Yudiyanto mewakili Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan syahadah kelulusan atau sertifikat kelulusan kepada 17 mahasantri angkatan pertama tahun 2025. Penyerahan dilakukan oleh Yudiyanto selaku Wakil Rektor II yang mewakili Rektor UIN Jusila, didampingi Kepala Biro AAKU Win Hartan, Mudir Ma’had Al-Jami’ah Taufid Hidayat Nazar, serta Kepala Bagian Umum.

Selain penyerahan  kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan dan pembacaan ikrar mahasantri yang dipimpin oleh Wakil Rektor 2 UIN Jurai Siwo Lampung bagi mahasantri Ma’had Al Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung angkatan ke dua tahun 2026.

 

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.