Metro, metrouniv.ac.id – Setelah resmi dilaunching pada Peringatan Hari Santri 22 Oktober 2025 oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung Prof. Ida Umami, Ma’had Al Jami’ah kini mulai menjalankan aktivitas pembinaan keasramaan secara penuh. Peresmian tersebut ditandai dengan pengukuhan 22 mahasantri serta jajaran pengurus Ma’had, yang dilakukan usai Apel Hari Santri.
Memasuki Senin pekan lalu, seluruh mahasantri resmi menempati gedung Ma’had Al Jami’ah sebagai tempat tinggal dan pusat pembinaan karakter keislaman. Sejak 17 November 2025, aktivitas awal berupa penataan kamar dan fasilitas gedung telah dilakukan oleh para mahasantri yang merupakan penerima Beasiswa KIP Kuliah angkatan 2025. Proses ini dipandu dan diawasi langsung oleh pengurus Ma’had, para ustadz, serta pendamping harian.

Kegiatan keagamaan dan kajian rutin pun mulai berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pada Senin malam (24/11/2025), kajian perdana dibuka dengan pembelajaran Kitab Aqidatul Awam bersama Ustadz A. Qomarudin, yang dijadwalkan berlangsung setiap Senin ba’da Magrib hingga pukul 20.30 WIB.
Untuk malam ini (Selasa, 25/11/2025), kajian dilanjutkan dengan pembahasan Kitab Tuhfatu Athfal bersama Ustadz Saipullah. Kajian-kajian tersebut menjadi bagian dari rutinitas pembelajaran keagamaan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasantri.

Mudir Ma’had Al Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung, Taufid Hidayat Nazar, menjelaskan bahwa seluruh kurikulum, struktur kegiatan, dan jadwal harian telah disusun oleh pengelola Ma’had Yanng telah ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 668 Tahun 2025 tentang Pengelola Ma’had Al Jami’ah Periode 2025–2029. Seluruh kegiatan tersebut dibimbing oleh para ustadz yang merupakan dosen serta sivitas akademika UIN Jurai Siwo Lampung.
Taufid menegaskan bahwa pola pembinaan di Ma’had menekankan kedisiplinan dan pembentukan karakter Islami.
“Aktivitas para mahasantri dimulai dari sholat tahajud, dilanjutkan sholat Subuh dan kajian ba’da Subuh. Setelah itu, mereka kembali menjalankan aktivitas akademik sebagaimana mahasiswa pada umumnya. Sore hingga malam hari, aktivitas Ma’had kembali berjalan dimulai dari sholat Magrib hingga kajian ba’da Isya,” jelasnya.