Metro, metrouniv.ac.id – Pengelola Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai Siwo Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kegiatan Tahsin Qur’an dan Praktik Pengamalan Ibadah (TQ-PPI) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Pertemuan ini dilangsungkan secara daring melalui media Google Meet pada Rabu malam (15/4/2026) mulai pukul 19.30 WIB.
Acara yang dipandu langsung oleh Sekretaris Ma’had, Khoirul Huda, M.Pd., ini dihadiri oleh pimpinan rektorat, manajemen Ma’had, serta seluruh jajaran tutor TQ-PPI yang akan bertugas selama satu semester ke depan.
Mudir Ma’had Al-Jami’ah, Ustadz Taufid Hidayat Nazar, Lc., M.H., dalam sambutannya memaparkan laporan progres persiapan yang telah dilakukan oleh tim manajemen. Beliau menekankan bahwa kurikulum dan jadwal pendampingan telah disusun sedemikian rupa agar dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dengan berbagai tingkat kemampuan, yakni Tahfidz, Tahsin Reguler, dan Tahsin Pemula.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Aria Septi Anggaira, M.Pd., yang hadir mewakili pimpinan universitas, memberikan apresiasi sekaligus pengarahan strategis. Beliau menegaskan bahwa pimpinan mendukung penuh keberlanjutan program TQ-PPI.

“Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) mahasiswa bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan salah satu Target Capaian utama dalam Rencana Strategis (Renstra) UIN Jurai Siwo Lampung. Oleh karena itu, kami mengharapkan totalitas dari panitia dan seluruh tutor untuk mensukseskan kegiatan ini,” tegas Dr. Aria.
Setelah sesi pengarahan, agenda dilanjutkan dengan diskusi mendalam bersama para tutor. Diskusi ini menghasilkan beberapa poin untuk memastikan efektivitas pengajaran di semester genap ini, di antaranya: Pertama, Standardisasi Metode Tahsin: Para tutor menyepakati penggunaan metode yang seragam untuk mempermudah evaluasi kemampuan mahasiswa secara berkala. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan kualitas antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Kedua, Pendekatan Humanis pada Praktik Ibadah: Mengingat TQ-PPI juga mencakup praktik ibadah harian, diskusi menekankan pentingnya tutor memberikan contoh (uswah) yang baik, bukan sekadar teori. Fokus utama adalah pembenahan tata cara thaharah, salat fardu, tatacara berwudhu dan tayamum, serta pengamalan zikir serta doa harian. Ketiga, Sistem Monitoring Digital: Tim manajemen dan tutor membahas optimalisasi pelaporan presensi dan progres hafalan melalui sistem digital. Hal ini bertujuan agar data perkembangan mahasiswa dapat dipantau secara real-time oleh pihak Ma’had dan pimpinan universitas. Terakhir, Penanganan Mahasiswa Level Dasar: Tutor memberikan masukan mengenai perlunya perlakuan khusus bagi mahasiswa yang masuk dalam kategori “Zero Al-Qur’an” atau masih dalam tingkatan “Iqro”. Disepakati bahwa akan ada pendampingan ekstra intensif bagi kelompok ini agar mereka tetap termotivasi dan tidak merasa tertinggal.
Rapat koordinasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh elemen Ma’had Al-Jami’ah untuk menjadikan semester genap 2025/2026 sebagai momentum peningkatan literasi Al-Qur’an di lingkungan mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung. ( )