Yogyakarta, metrouniv.ac.id – Dalam upaya penguatan tata kelola program studi dan peningkatan kualitas akademik, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (13/01/2026).
Kunjungan benchmarking tersebut diikuti oleh rombongan mahasiswa Prodi PAI yang dipimpin langsung oleh Ketua Prodi PAI, Dewi Masitoh. Kedatangan rombongan disambut secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, Asmuni, bertempat di lingkungan Fakultas Ilmu Agama Islam UII.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa Prodi PAI didampingi oleh Sekretaris Prodi PAI, Novita Herawati, serta sejumlah dosen pendamping, yakni Dedi Wahyudi dan Muhammad Badaruddin. Kegiatan benchmarking ini menjadi bagian dari strategi Prodi PAI UIN Jusila untuk memperluas wawasan mahasiswa terkait pengelolaan akademik, tradisi riset, serta penguatan budaya ilmiah di perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Prodi PAI UIN Jusila, Dewi Masitoh, menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan riset dan penulisan karya ilmiah bagi mahasiswa. Ia berharap para mahasiswa mampu menulis karya ilmiah secara sistematis, terstruktur, dan sesuai dengan kaidah akademik sebagai bekal utama dalam menyelesaikan studi serta berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang pendidikan Islam.

Sementara itu, Dekan FIAI UII, Asmuni, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan tradisi akademik, riset, dan publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa. Menurutnya, budaya akademik yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas keilmuan serta kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Sambutan tersebut sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan benchmarking.

Kegiatan dilanjutkan dengan seminar akademik yang disampaikan oleh Dedi Wahyudi, dosen pendamping sekaligus Ketua Program Studi Doktor (S3) PAI Pascasarjana UIN Jurai Siwo Lampung, dengan tema “Penguatan Riset dan Publikasi Ilmiah Mahasiswa Tingkat Akhir.”
Dalam pemaparannya, Dedi Wahyudi menjelaskan pentingnya pemahaman metodologi penelitian yang tepat, pemilihan topik riset yang relevan, serta strategi penulisan karya ilmiah dan artikel jurnal yang sesuai dengan standar akademik dan kebutuhan publikasi ilmiah. Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai menulis karya ilmiah sejak dini sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas akademik.

Selain itu, Dedi Wahyudi turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani memulai, konsisten, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses penulisan karya ilmiah. Menurutnya, kreativitas, keterbukaan terhadap proses belajar, serta keberanian untuk mencoba merupakan kunci utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bernilai akademis.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Prodi PAI FTIK UIN Jusila berharap dapat memperkuat tata kelola program studi, meningkatkan kualitas riset dan publikasi mahasiswa, serta menumbuhkan tradisi akademik yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.