Metro, metrouniv.ac.id – UIN Jurai Siwo Lampung menggelar rapat koordinasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2026, Rabu (25/2/2026), di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WIB hingga 11.00 WIB tersebut dilaksanakan tiga hari menjelang penutupan jalur SPAN-PTKIN.
Rapat dihadiri Wakil Rektor II dan III, Kepala Bagian Layanan Akademik beserta jajaran kasubbag, para dekan fakultas dan ketua program studi, serta kelompok kerja (pokja) Humas dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pertemuan ini difokuskan pada evaluasi dinamika PMB, sekaligus brainstorming untuk merumuskan strategi pemecahan berbagai tantangan yang dihadapi, baik untuk jalur SPAN-PTKIN maupun persiapan jalur kedua nantinya yakni UM-PTKIN.

Dalam arahannya, Wakil Rektor bidang II UIN Jusila, Dr. Yudiyanto, M.Si., menekankan pentingnya kekompakan dan soliditas tim dalam menghadapi persaingan penerimaan mahasiswa yang semakin ketat. Ia mengibaratkan kerja tim PMB seperti permainan sepak bola.
“Meski gol dicetak oleh satu orang, tetapi itu hasil kerja tim. Begitu pula PMB, keberhasilan adalah hasil kolaborasi seluruh unsur,” ujarnya.
Menurutnya, persaingan tahun ini cukup menantang, baik dari sesama PTKIN yang menawarkan program studi serupa sehingga kompetisi menjadi semakin kompetitif, maupun dari eksternal seperti PTN, PTS, Universitas Terbuka dengan sistem perkuliahan fleksibel, hingga Lembaga Pelatihan Kerja yang menawarkan jalur cepat memasuki dunia kerja.
“Nanti kita benahi semua sarana dan prasarana, kita perbaiki pelayanan. Setelah itu baru kita lihat apakah langkah ini berdampak atau tidak. Evaluasi harus berbasis data,” tegasnya.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Aria Septi Anggaira, yang memberikan kesempatan kepada masing-masing fakultas untuk memaparkan perkembangan, kendala, serta gagasan strategis dalam menjaring calon mahasiswa.
Dalam sesi diskusi, isu program studi yang sepi peminat menjadi perhatian utama. Sejumlah dekan dan ketua program studi menyampaikan perlunya pendekatan promosi yang lebih tersegmentasi, penguatan branding prodi, optimalisasi media digital, serta peningkatan keunggulan kompetitif berbasis kebutuhan pasar kerja.

Selain evaluasi SPAN-PTKIN, rapat juga secara khusus membahas strategi menghadapi jalur UM-PTKIN. Beberapa langkah yang mengemuka antara lain pemetaan potensi sekolah-sekolah yang belum optimal tersentuh promosi, penguatan peran alumni sebagai duta kampus, pemanfaatan konten kreatif berbasis testimoni mahasiswa, serta peningkatan responsivitas layanan informasi melalui kanal digital.
Pokja Humas dan TIK turut memaparkan perkembangan promosi digital serta data statistik pendaftar sementara pada jalur SPAN-PTKIN sebagai bahan analisis untuk merancang strategi UM-PTKIN yang lebih terarah. Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah percepatan promosi, khususnya pada program studi yang masih minim peminat.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh elemen di lingkungan UIN Jurai Siwo Lampung dapat bergerak lebih terarah, responsif, dan solid dalam menghadapi dinamika PMB 2026. Tidak hanya mengoptimalkan hasil pada penutupan SPAN-PTKIN, tetapi juga memastikan kesiapan maksimal menyongsong UM-PTKIN sebagai peluang strategis berikutnya dalam mencapai target penerimaan mahasiswa baru yang unggul dan berkualitas.()