Menurut keterangan Ahmad Agus Saputra, Kepala Bidang Kegiatan Evaluasi dan Bimbingan (geoevbang) Pramuka IAIN Metro, bahwa Reno saat ini sedang berusia 8 tahun. Di usia yang masih terbilang anak-anak, Reno harus merawat ibu dan bapaknya yang sedang mengalami gangguan jiwa. Di rumahnya yang cukup kecil, Reno menghabiskan waktunya dengan telaten merawat kedua orang tuanya yang mengalami gangguan jiwa tersebut.
Karena kondisi ekonomi yang sulit, untuk makan sehari-hari Reno mendapatkan bantuan dari warga dan beberapa donatur. Karena kebaikan donatur juga, di tahun ini akhirnya Reno bisa mulai sekolah dan dapat memperbaiki rumah kediamannya.
Selanjutnya Fitria Eka, sebagai Sekretaris Umum di Pramuka IAIN Metro Mengatakan ” Reno itu anak berusia 8 tahun yang hidup dengan kedua orang tuanya yang berkebelakangan mental, di rumah papan yang sebenarnya kurang layak untuk ditinggali. Tujuan baksos itu untuk meringankan bebannya Reno, dan juga supaya Reno bisa menempuh pendidikan formal. Alhamdulillah, dari donatur-donatur yang ada, sekarang sedang berjalan pembangunan rumah yang layak untuk ditinggali dan tahun ini Reno sudah mulai sekolah.” Ujar Fitria
Sebagai rasa kepedulian atas keadaan Reno (8), dan sebagai bentuk perwujudan Dasa Darma ke tiga yakni “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” anggota Pramuka IAIN Metro melakukan penggalangan dana dengan mamasuki kelas per kelas di kampus IAIN Metro, guna membantu Reno. Itu semua sebagai bentuk kasih sayang sesama manusia.
Sesuai dengan keterangan Ahmad Agus Saputra, sebagai kepala bidang Geoevbang di Pramuka IAIN Metro yang mengatakan “Ini bentuk pengamalan dari dasar Tri Satya dan Dasa Darma, sebagai seorang Pramuka harus bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ungkap Agus. (WEP/admin)