Jakarta, metrouniv.ac.id – Rektor UIN Jurai Siwo Lampung (UIN Jusila), Prof. Ida Umami, menghadiri kegiatan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 25–27 September 2026. Konferensi internasional yang mengusung tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace” tersebut diikuti oleh 49 delegasi internasional dari 39 negara dan menghasilkan sebuah deklarasi bersama bertajuk Jakarta Understanding on Mosque Harmony, Religious Diplomacy, and Global Peace.
Deklarasi tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat harmoni, memperkuat diplomasi keagamaan, serta mendorong terwujudnya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Ida Umami, menyambut positif lahirnya deklarasi tersebut. Menurutnya, kesepahaman yang dibangun oleh para Imam Besar dari berbagai negara merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga perdamaian sebagai tanggung jawab bersama umat manusia.

“Deklarasi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat menjadi fondasi penting dalam membangun harmoni, memperkuat dialog lintas budaya dan agama, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat dunia saat ini,” ujar Prof. Ida.
Sebagaimana dirilis melalui laman resmi Kementerian Agama RI, salah satu delegasi menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam di berbagai negara, termasuk isu Islamofobia, kebencian, kekerasan, dan berbagai persoalan sosial kontemporer yang membutuhkan kapasitas kepemimpinan keagamaan yang kuat.
“There are many challenges in the West for Muslims, about new matters and new issues that need to be tackled. For example, the issue of Islamophobia, hatred, violence, and abortion, and not all Imams are trained enough to address these issues. So, I suggest adding something like a council or leadership to guide the Imam corpus,” ungkap salah satu peserta konferensi sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI, Minggu (27/9/2026).

Prof. Ida menambahkan bahwa hasil konferensi tersebut sejalan dengan komitmen UIN Jurai Siwo Lampung dalam membangun kampus yang mengedepankan moderasi beragama, toleransi, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan universal. Menurutnya, perguruan tinggi keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat global yang semakin beragam.
“Kehadiran pergurun tinggi dalam IGIC 2026, akan dapat memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat kontribusi akademik dalam mendukung terciptanya harmoni sosial, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia sebagaimana menjadi semangat yang diusung dalam deklarasi Jakarta tersebut,” tegas Prof IdaUmami.