Metro, metrouniv.ac.id – Rita Pranawati menjelaskan dalam Seminar Anti Bullying dan Minim Empati Bagi Pelajar dan Mahasiswa se-Kota Metro, “Kasus bullying sudah merambah dan banyak terjadi di kalangan pelajar saat ini.”
Seminar yang digelar pada Sabtu, (03/03) oleh PSGA IAIN Metro di Gedung Serba Guna IAIN Metro mengambil tema “Stop Bullying!!! Respect Each Other, Is Not Cool and It’s a Crime.” Hadir sebagai pemateri, Rita Pranawati menjelaskan tentang bahayanya bullying terhadap anak dan perlu upaya membudayakan sikap saling menhargai.
“Sebenarnya, prinsip perlindungan anak ada empat yaitu hak hidup; non diskriminasi; perlindungan terbaik bagi anak; dan partisipasi anak (mendengarkan pendapat anak). Ketika anak sudah memiliki rasa saling menghargai tentunya hal tersebut akan meminimalisir unsur bullying.” Ungkap Rita Pranawati.
Dalam materi yang disampaikan, Rita mengungkapkan bahwa prinsip perlindungan anak merupakan hak yang harus diperoleh anak dalam masa perkembangannya. Peran orang tua dalam mendidik anak tidak berhenti dengan bertambahnya usia anak. “Semua pihak bertanggung jawab memangku kepentingan perlindungan anak. Seharusnya, energi yang besar pada saat anak beranjak dewasa mendapat perhatian yang lebih sehingga energi tersebut digunakan untuk hal-hal yang positif,” ungkap Rita.
Rita juga menjelaskan kewajiban-kewajiban anak dalam bersosial, yaitu menghormati orang tua; mencintai keluarga, dan masyarakat; serta mencintai tanah air.
“Ada tiga pilar yang berperan dalam perlindungan anak yaitu sekolah, masyarakat, dan keluarga. Ketiga peran ini sangat berpengaruh dalam perkembangan emosional anak. Ketika anak mengalami masalah di sekolah, seharusnya masyarakat dan keluarga dapat berperan agar anak tidak melakukan perbuatan negatif begitu pula sebaliknya,” tegasnya.
Rita Pranawati berpesan untuk terus saling menghargai orang lain dan stop bullying. “Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya. Jadi kalau kita membully seseorang maka betapa sombongnya kita, kalau kita tidak menghargai orang lain berarti kita sedang belajar untuk tidak menghargai orang lain,” ungkapnya. [LA]