Jawa Tengah, metrouniv.ac.id – PAI FTIK IAIN Metro lakukan kerjasama MoU dan kunjungan ke beberapa kerajinan pada Rabu-Kamis, 24-25 Januari 2018. Kerjasama MoU dan kunjungan ke kerajinan ini merupakan rangkaian KKL Jurusan PAI FTIK IAIN Metro.
Pondok Pesantren Sunan Panandaran yang identik dengan pendidikan berbasis Alquran, kerajinan Dowa di Yogyakarta, kerajinan bambu di Klaten, BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Tirta Mandiri Ponggok Klaten Jawa Tengah dan Sentra Industri APE (Alat Peraga Edukasi) menjadi pilihan KKL jurusan PAI FTIK IAIN Metro di Yogyakarta pada tahun ini.
Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Sunan Panandaran, IAIN Metro melakukan MoU dan kerjasama di Aula Pertemuan Madrasah, Rabu (24/01) pagi.
Akla selaku Dekan FTIK mengungkapkan bahwa Pon-Pes Sunan Panandaran menjadi pilihan karena selain melakukan pendidikan berbasis lapangan, KKL tahun ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman untuk menjadikan mahasiswa PAI sebagai mahasiswa yang mempunyai ghiroh sebagai penghafal alquran.
“PAI ke depan akan menjadi jurusan yang berkompeten dan menjadi pilot projek dalam meluluskan mahasiswa yang mempunyai multi kemampuan, yaitu selain kemampuan yang bersifat hard skill juga soft skillnya,” pungkas Muhammad Ali selaku Ketua Jurusan PAI FTIK IAIN Metro.
Lanjut Muhammad Ali, beliau berharap antara Institut Agama Islam Negeri Metro dan Pondok Pesantren Sunan Panandaran dapat saling bekerja sama dalam mengembangkan media dan strategi pembelajaran PAI serta metode cepat menghapal Al Qur'an ( Tahfizul Quran) bagi mahasiswa Jurusan PAI FTIK IAIN Metro.
Pada hari yang sama Rabu (24/01) siang, mahasiswa Jurusan PAI FTIK IAIN Metro melakukan kunjungan ke kerajinan Tas Rajut Dowa. Kunjungan kali ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa.
Kerajinan Dowa yang berdiri sejak 2008 merupakan kerajinan yang memanfaatkan nilon kualitas terbaik dan bahan tambahan berdasar kulit sapi asli. Dowa juga mengikat warga sekitar untuk membuat kelompok dan kemudian juga membuat kerajinan setelah melalui proses pelatihan, pungkas Samidi.
MoU juga dilakukan dengan Kerajinan Bambu Klaten Jawa Tengah pada Kamis, (25/01) pagi. Kerajinan dengan bahan dasar dari pangkal pohon bambu tersebut mampu merambah pasar dalam negeri dan luar negeri.
Harga produk dibandrol berkisar antara 50 sampai 100 ribu rupiah, tergantung besar kecilnya ukuran. kerajinan tersebut dirintisnya sejak tahun 2009 dan saat ini mampu merambah pasar Australia, Inggris, Belanda dan Prancis, ungkap Wanti.
Akla selaku Dekan FTIK IAIN Metro, dengan adanya MoU dan studi kerajinan tangan ini nantinya akan di tidak lanjuti dengan pengadaan pelatihan kerajinan tangan dengan mendatangkan bapak Supriyanto selaku pimilik usaha sehingga mahasiswa Jurusan PAI khususnya serta jurusan yang lain benar-benar dapat mewujudkan Visi-Misi Jurusan dan FTIK IAIN yang salah satunya mampu berwirausaha.
Pada kamis, (25/01) pagi Jurusan PAI FTIK IAIN Metro juga melakukan kunjungan ke BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) Tirta Mandiri Ponggok Klaten Jawa Tengah. Pada hari ke empat mahasiswa PAI melakukan Studi ke Badan Usaha Milik desa Tirta Mandiri yang berlokasi di Pinggir Klaten.
Luas wilayah desa yang lebih dari 77 hektar dengan jumlah penduduk 2101 Jiwa, Desa Ponggok memiliki pariwisata, pertanian, perikananan, dan Air bersih sehingga pendapatan pada tahun 2015 sampai 2017 penghasilan desa mencapai 14 miliyar per tahun, ungkap Setiyadi.
BUMDES Tirta Mandiri dalam kegiatan sehari-hari melakukan pengelolaan Jaminan kesehatan desa, kartu cerdas, bantuan rumah tangga, dan juga kerja sama dengan perusahan air mineral bermerek Aqua.
Muhammad Ali selaku Ketua Jurusan PAI menuturkan tujuan KKL ini yaitu melakukan studi Pengelolaan Desa sehingga diharapkan mahasiswa dapat terinspirasi dengan pengelolaan BUMDES Tirta Mandiri Ponggok Klaten Jawa Tengah, sehingga dapat dipraktekkannya saat KPM.
Di hari yang sama Jurusan PAI FTIK IAIN Metro juga melakukan MoU dengan Sentra Industri APE (Alat Peraga Edukasi) TK-KB-SD dan SMP Pedan Klaten Jawa Tengah, Kamis (25/01) siang.
Buyung Sukron mengatakan mahasiswa PAI diharapkan ke depan dengan terjalinnya MoU dan studi pembuatan alat peraga ini akan terinspirasi sehingga dapat mengembangkan alat peraga pembelajaran ketika PPL periode II serta menambah skill dalam gelar prodak kewirausahaan Jurusan PAI tahun 2018. (WEP)