Surabaya, metrouniv.ac.id — Upaya memperkuat strategi publikasi dan tata kelola penerimaan mahasiswa baru di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus dimatangkan. Seluruh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) dan penanggung jawab Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN se-Indonesia termasuk di dalamnya humas dari UIN Jurai SIWO Lampung menghadiri Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 serta Pengembangan Konstruksi dan Framework UM PTKIN yang berlangsung pada 11–13 Februari 2026 di Hotel DoubleTree by Hilton Surabaya.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas isu-isu krusial terkait pelaksanaan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) PTKIN dan Ujian Masuk (UM) PTKIN, sekaligus menyelaraskan langkah publikasi nasional dan lokal.

Ketua Panitia, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini memiliki posisi penting dalam memastikan kesuksesan penyelenggaraan SPAN dan UM PTKIN. Ia menyampaikan bahwa sejumlah hal krusial telah dibahas bersama para rektor yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Nasional (Panas) dalam forum tersendiri.

“Peran humas sangat vital karena menjadi ujung tombak dalam event sebesar ini. Kami mengapresiasi kerja keras teman-teman humas, baik di tingkat lokal maupun Pokja nasional,” ujarnya.
Menurutnya, capaian peningkatan jumlah sekolah yang terdaftar dalam Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjadi bukti konkret kontribusi humas. Tahun lalu tercatat 13.438 sekolah melakukan registrasi, sementara tahun ini meningkat menjadi lebih dari 14.500 sekolah. Angka tersebut menunjukkan efektivitas strategi komunikasi dan sosialisasi yang dijalankan secara kolaboratif.

Prof. Abdul Aziz juga mengungkapkan bahwa para siswa telah mulai mendaftarkan diri. Ia mengibaratkan peran humas seperti burung hud-hud dalam kisah Nabi Sulaiman yang menyampaikan kabar tentang Ratu Bilqis—terus menyuarakan dan menyebarluaskan informasi strategis tentang kegiatan dan capaian PTKIN kepada publik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kendala teknis yang sempat terjadi pada sistem EMIS. Jika terjadi penurunan atau kendala data, Pokja Humas dapat membantu secara manual dan memastikan proses finalisasi tetap berjalan. PTKIN juga diimbau aktif memantau sekolah-sekolah binaan. Apabila terdapat sekolah yang mengalami kesulitan dalam proses finalisasi, pendampingan tetap diberikan karena hal tersebut berkaitan langsung dengan satuan kerja di bawah koordinasi masing-masing PTKIN.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga komitmen kebangsaan dan integritas sebagai bagian dari Kementerian Agama. Beliau menghimbau PTKIN yang ada untuk tidak membuka jalur mandiri di masa- masa PMB jalur SPAN maupun UM PTKIN berlangsung. Menurut beliau road map tersebut sudah diatur dalam regulasi yang telah ditetapkan. “Regulasi kita sudah jelas, perlu kita jaga bersama dan pertanggungjawabkan ”, tegasnya.

Forum ini juga membahas perlunya peta jalan (roadmap) pengembangan SPAN dan UM PTKIN untuk periode 2026–2028, termasuk penguatan konstruksi dan framework UM PTKIN. Keterlibatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota (Kankemenag) turut diapresiasi karena memberikan dukungan signifikan dalam proses sosialisasi dan koordinasi daerah.
Pokja Humas juga didorong untuk lebih selektif dan strategis dalam memilih influencer yang dapat membantu memperluas jangkauan publikasi. Dalam breakfast meeting yang turut dihadiri Menteri Agama, disampaikan komitmen untuk memperkuat peran kehumasan. Menteri Agama bahkan mendorong agar fungsi humas diperkuat secara struktural, termasuk dukungan anggaran yang memadai dan kemungkinan berdiri sebagai unit tersendiri.

Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag., yang turut memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi atas kinerja humas yang berhasil melampaui capaian 13 ribu lebih sekolah terdaftar. Ia berharap tren peningkatan jumlah pendaftar terus berlanjut pada tahun ini.
“Persaingan kita bukan hanya internal antar-PTKIN, tetapi juga dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara umum. Karena itu, konsolidasi dan strategi publikasi yang kuat menjadi kunci,” ujarnya.

Konsolidasi ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret dan terukur dalam memperkuat daya saing PTKIN, sekaligus memastikan proses SPAN dan UM PTKIN 2026 berjalan transparan, profesional, dan akuntabel. (Lk)