Cirebon, metrouniv.ac.id – Dalam upaya memperkuat fungsi dan peran pengawasan internal, Satuan Pengawas Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung (UIN JUSILA) melaksanakan kegiatan Studi Tiru dan Focus Group Discussion (FGD) Pengawasan ke UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pada Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran pengalaman dan strategi penguatan tata kelola universitas yang akuntabel dan berintegritas.
Tim SPI UIN Jurai Siwo Lampung dipimpin oleh Kepala SPI, Nety Hermawati, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antar-SPI perguruan tinggi keagamaan negeri.
“Melalui forum ini, kita dapat saling memperkuat pelaksanaan program pengawasan internal agar lebih efektif, efisien, dan berdampak pada peningkatan tata kelola universitas,” ujarnya.
FGD yang digagas oleh SPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini membahas secara mendalam berbagai aspek pengawasan, mulai dari penyusunan Program Kerja Audit (PKA), Kertas Kerja Audit (KKA), hingga pengembangan instrumen dan metode pelaksanaan audit.

Ketua SPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Budi Affandi, dalam paparannya menjelaskan bahwa SPI memiliki fungsi vital sebagai early warning system dalam tata kelola universitas. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan tugas SPI harus berpijak pada konsep three lines of defense, di mana SPI berperan sebagai lapisan pertahanan kedua untuk memastikan terciptanya tata kelola yang akuntabel dan berintegritas.
Dalam kegiatan tersebut, UIN Jurai Siwo Lampung juga turut menjadi narasumber. Fahmi Tamimi memaparkan program kerja SPI yang telah dan akan dilaksanakan, termasuk peluang perluasan ruang lingkup pengawasan untuk tahun mendatang. Sementara itu, Dwy Putri Permatasari, menekankan pentingnya penyusunan dan implementasi Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), serta evaluasi terhadap kinerja SPI di akhir tahun. Liana Dewi Susanti turut menyoroti pentingnya pelaporan hasil audit dan tindak lanjut atas rekomendasi agar proses pengawasan lebih transparan dan terukur.
Turut hadir pula Tim SPI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang diketuai oleh Agus Arwani. Dalam sesi diskusi, ia menekankan nilai integritas dan keberanian sebagai karakter utama seorang auditor internal.

“Auditor harus berani bertindak sesuai aturan dan menjaga integritas dalam setiap proses pengawasan. Itu inti dari profesionalitas seorang auditor,” tegasnya.
Kegiatan FGD berlangsung interaktif dan produktif dengan diskusi serta sesi tanya jawab yang memperkaya wawasan antar peserta. Ketiga pihak saling berbagi pengalaman, strategi, dan praktik terbaik dalam memperkuat pengawasan internal di lingkungan universitas masing-masing.
mengkahiri kegiatan FGD, Nety Hermawati berharap kegiatan FGD akan menguatkan sinergi antara perguruan tinggi yang ada di Kementerian Agama khususnya bidang pengawasan.

“tentunya kami berharap dapat kegiatan ini akan memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan kapasitas pengawasan internal menuju tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing,” harapnya, dan dilanjutkan dengan acara penutupan yang ditandai dengan penyerahan cendera mata sebagai simbol apresiasi dan komitmen kerja sama antara SPI UIN Jurai Siwo Lampung dan SPI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.