Metro, metrouniv.ac.id – Semangat Ramadan begitu terasa pada malam pertama di Masjid Kampus UIN Jurai Siwo Lampung. Masjid Adzkiya dihadiri jamaah untuk mengikuti Salat Tarawih perdana 1447 H. Mahasiswa, hingga pimpinan kampus larut dalam suasana ibadah yang hangat dan penuh kebersamaan.

Turut hadir Wakil Rektor II yang ikut membersamai jamaah pada malam istimewa ini. Bertindak sebagai imam sekaligus pengisi kultum, Ketua Takmir Masjid Adzkiya, Drs. Kuryani, M.Pd., menyampaikan tausiyah yang ringan namun bermakna.
Rangkaian ibadah diawali dengan Salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan Tarawih. Dalam kultumnya, Ustadz Kuryani mengulas sejarah singkat Salat Tarawih sejak masa Muhammad, yang pada awalnya dilaksanakan secara sendiri-sendiri, hingga kemudian dibiasakan berjamaah pada masa Umar bin Khattab.

Beliau juga menyinggung perbedaan jumlah rakaat Tarawih yang kerap menjadi perbincangan.
“Ada yang 11 rakaat, ada yang 23 rakaat, dan seterusnya. Tidak perlu dipertentangkan. Yang utama adalah kita sama-sama menunaikannya dengan ikhlas,” pesannya, disambut anggukan jamaah.

Setelah doa bersama menutup rangkaian Tarawih, suasana religius berlanjut dengan tadarus Al-Qur’an bersama para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Jurai SIWO Lampung. Lantunan ayat suci menggema, menciptakan atmosfer Ramadan yang syahdu namun tetap penuh energi muda khas mahasiswa.
Menariknya, Ramadan kali ini menjadi pengalaman spesial bagi Hamisu, mahasantri asal Nigeria yang juga mahasiswa Prodi Tadris Biologi. Ia mengaku bahagia bisa merasakan Tarawih pertamanya di Indonesia bersama keluarga besar kampus.

Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Tarawih perdana ini menjadi pembuka Ramadan 1447 H yang cukup khidmat di tengah kampus. ()