Solo, metrouniv.ac.id – Siapa sangka tiwul, singkong, dan nasi goreng mampu menjadi simbol perubahan besar di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penguatan pangan lokal dan penerapan konsep gastronomi hijau, UIN Jurai Siwo Lampung berhasil meraih penghargaan Green Gastronomy Campus dalam ajang ANGGReK Hijau Indonesia Awards 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian Konferensi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (KGKHI) III Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Asia Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (13/6).

Penghargaan diberikan oleh Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia (ANGGReK Hijau Indonesia) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. UIN Jurai Siwo dinilai berhasil mengembangkan, mengenalkan, dan mempromosikan literasi gastronomi berkelanjutan serta budaya kuliner hijau berbasis zero waste di lingkungan kampus.
Tidak hanya meraih penghargaan institusi sebagai Green Gastronomy Campus, UIN Jurai Siwo Lampung juga mencatat prestasi membanggakan dengan memborong enam penghargaan nasional dari DPP Asosiasi Gastronomi dan Kuliner Hijau Indonesia. Keenam penghargaan tersebut diberikan kepada:
1. Kampus UIN Jurai Siwo Lampung sebagai Green Gastronomy Campus;
2. Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons. sebagai Green Gastronomy Rector;
3. Dr. Aria Septi Anggaira sebagai Green Gastronomy Vice Rector;
4. Perpustakaan Bait Al Hikmah UIN Jurai Siwo Lampung sebagai Green Gastronomy Library;
5. Aan Gufroni, S.Ipust. sebagai Head of Green Gastronomy Library;
6. Nasrul Hakim, M.Pd. sebagai Green Gastronomy Lecturer.
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa implementasi gastronomi hijau di UIN Jurai Siwo tidak hanya terwujud pada tingkat kelembagaan, tetapi juga tercermin dalam kepemimpinan kampus, pengembangan literasi melalui perpustakaan, hingga kontribusi para dosen dalam mengedukasi masyarakat tentang pangan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, penghargaan diterima oleh perwakilan UIN Jurai Siwo Lampung, yakni Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Aria Septi Anggaira, didampingi Ketua Tim UI GreenMetric UIN Jurai Siwo Lampung, Nasrul Hakim, M.Pd. dan Aan Gufroni, Kepala Perpustakaan Bait Al Hikmah UIN Jurai Siwo Pampung. Kehadiran ketiganya mewakili universitas dalam menerima apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan kampus dalam mengembangkan budaya pangan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang ramah lingkungan.

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas komitmen UIN Jurai Siwo dalam membangun ekosistem kampus yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Berbagai program yang dijalankan kampus, mulai dari penguatan konsumsi pangan lokal, pengelolaan sampah organik, pengurangan limbah makanan, pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan, edukasi gizi, hingga penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang pangan dan lingkungan, menjadi faktor penting dalam penilaian penghargaan tersebut.
Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh civitas akademika.
“Penghargaan ini adalah buah dari komitmen kolektif seluruh keluarga besar UIN Jurai Siwo. Kami ingin menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, pangan lokal, dan keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pangan tradisional seperti tiwul dan singkong, serta menu sehari-hari seperti nasi goreng, memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan dan pelestarian budaya.
“Melalui pendekatan gastronomi hijau, makanan tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan,” katanya.
Konsep gastronomi hijau sendiri menekankan pengelolaan makanan yang berkelanjutan, sehat, dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal, pengurangan limbah, serta pelestarian nilai-nilai budaya. Pendekatan ini sejalan dengan visi UIN Jurai Siwo dalam mengembangkan konsep green campus melalui berbagai program akademik maupun non-akademik.
Perolehan enam penghargaan nasional pada ANGGReK Hijau Indonesia Awards 2026 sekaligus memperkuat posisi UIN Jurai Siwo Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten mengintegrasikan isu pangan, lingkungan, riset, literasi, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu gerakan berkelanjutan. Penghargaan tersebut juga menunjukkan bahwa budaya gastronomi hijau telah menjadi bagian dari identitas kampus yang melibatkan seluruh unsur akademik dan kelembagaan.
Sementara itu, KGKHI III Tahun 2026 mengusung tema “Literasi Gastronomi Berkelanjutan Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)”. Forum nasional ini menjadi wadah berbagi gagasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengembangan gastronomi serta kuliner hijau guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Melalui penghargaan tersebut, UIN Jurai Siwo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pangan lokal, pengelolaan lingkungan, literasi hijau, dan gerakan zero waste. Dari tiwul, singkong, hingga nasi goreng, kampus ini menunjukkan bahwa langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menghadirkan dampak besar bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan yang lebih berkelanjutan. ( )