Metro, metrouniv.ac.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Jusila menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 dengan mengundang para guru Bimbingan dan Konseling (BK) se-Provinsi Lampung, Kamis, (5/2/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis institusi dalam memperluas diseminasi informasi PMB PTKIN kepada satuan pendidikan menengah melalui peran sentral guru BK.

Kegiatan dilaksanakan secara bauran (hybrid). Guru BK wilayah Kota Metro mengikuti kegiatan secara luring (offline), sedangkan peserta dari luar Kota Metro difasilitasi melalui Zoom Meeting. Seluruh rangkaian acara terpusat di Ruang Rapat Rektorat UIN Jusila.

Rektor UIN Jusila, Prof. Ida Umami, M.Pd., Kons., dalam sambutannya menyampaikan sambutan hangat dan apresiasi atas kehadiran para guru BK. Beliau menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki kedekatan emosional dan akademik, mengingat latar belakang keilmuan yang sama di bidang Bimbingan dan Konseling.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ida Umami juga memperkenalkan profil UIN Jusila sebagai perguruan tinggi yang baru saja beralih status. Ia menekankan komitmen institusi dalam penguatan mutu akademik, tata kelola, serta internasionalisasi kampus. Hal ini ditandai dengan hadirnya mahasiswa asing yang berasal dari Nigeria dan Sudan.

“Jika dari negara asing saja sudah mengenal dan berminat melanjutkan studi di UIN Jusila, maka kami berharap masyarakat Lampung, khususnya di Kota Metro dan sekitarnya, juga memiliki kepercayaan dan minat yang sama,” ungkapnya.
Selain itu, Rektor juga menegaskan bahwa Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Jusila tergolong sangat terjangkau. Untuk jenjang Sarjana (S1), UKT ditetapkan mulai dari Rp400.000 hingga Rp3.500.000, sehingga memberikan akses pendidikan tinggi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Memasuki sesi berikutnya, Haris Setiaji, M.TI., CISDE., CISDV., CITA., MOS., selaku Koordinator Kelompok Kerja Sistem Seleksi Elektronik UM-PTKIN se-Indonesia sekaligus Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Jusila, menyampaikan materi terkait teknis penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTKIN. Pemaparan meliputi alur seleksi, sistem elektronik, serta peran strategis guru BK dalam memberikan pendampingan dan informasi kepada calon mahasiswa.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah pertanyaan muncul dari para guru BK, khususnya terkait peluang dan skema beasiswa bagi calon mahasiswa baru. Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Aria Septia Anggaira, M.Pd., memaparkan berbagai jenis beasiswa yang dapat diakses oleh mahasiswa baru UIN Jusila.
Beasiswa tersebut antara lain Beasiswa KIP Kuliah yang diperuntukkan bagi mahasiswa dengan potensi akademik baik namun berasal dari keluarga kurang mampu; Beasiswa Unggul Jusila yang ditujukan bagi mantan aktivis sekolah; serta Beasiswa Tahfidz bagi para penghafal Al-Qur’an dengan skema berjenjang mulai dari 1 juz hingga 30 juz.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peluang mahasiswa baru untuk memperoleh beasiswa di UIN Jusila tergolong cukup besar. Berdasarkan informasi dari Humas UIN Jusila, sekitar 35 persen mahasiswa baru berkesempatan mendapatkan beasiswa.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan diskusi interaktif yang berlangsung dinamis. Melalui kegiatan ini, UIN Jusila berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan guru BK dalam mendukung akses pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
(Lk)