Jakarta, metrouniv.ac.id – Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Forum Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) melaksanakan kegiatan Persiapan Launching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKN Tahun 2026 pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Vertue, Jakarta. Kegiatan ini difokuskan pada koordinasi nasional, penguatan kebijakan, serta strategi pelaksanaan PMB PTKN agar berjalan optimal dan terintegrasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, pengurus Forum Rektor PTKN, para rektor PTKN se-Indonesia, Panitia Nasional PMB PTKN, serta undangan terkait lainnya. Salah satu yang hadir dalam kegiatan ini adalah Rektor UIN Jusila, Prof. Dr. Ida Umami, yang turut berpartisipasi aktif dalam forum koordinasi tersebut. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan PMB PTKN Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Forum Rektor PTKN, Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir, M.Ag., menyampaikan bahwa pendaftaran PDSS SPAN PTKN 2026 akan dibuka pada 5 Januari 2026. Ia juga menegaskan pentingnya kesiapan teknis PTKN serta koordinasi yang intensif dengan madrasah dan sekolah, serta pelaksanaan launching PMB PTKN secara luring dan daring guna menjangkau calon mahasiswa secara nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menekankan pentingnya penguatan jati diri PTKN di tengah dinamika pendidikan keagamaan nasional. Menurutnya, PTKN harus mampu berperan aktif dalam menghadirkan keberagamaan yang berdampak nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menanggapi agenda persiapan PMB PTKN 2026, Rektor UIN Jusila, Prof. Dr. Ida Umami, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat strategis sebagai upaya menyamakan persepsi dan langkah antar-PTKN. “PMB PTKN bukan sekadar proses penerimaan mahasiswa, tetapi juga pintu awal pembentukan ekosistem akademik yang unggul, inklusif, dan berorientasi pada moderasi beragama. UIN Jusila siap mendukung penuh kebijakan nasional serta meningkatkan kualitas layanan PMB secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI juga mendorong pemanfaatan wakaf sebagai sumber pendanaan berkelanjutan bagi pengembangan PTKN.
Melalui sinergi kebijakan, penguatan kelembagaan, dan inovasi pendanaan, PMB PTKN Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi akademik yang unggul, moderat, dan berdaya saing. (Humas)