Yogyakarta, metrouniv.ac.id — Komitmen UIN Jusila dalam membangun kampus berkelanjutan kembali ditegaskan melalui keikutsertaan aktif pada Lokakarya UI GreenMetric untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 29–30 April 2026 dan diikuti oleh 52 PTKIN dari seluruh Indonesia.
Rektor UIN Jusila, Ida Umami, hadir langsung dalam forum strategis tersebut didampingi Nasrul Hakim sebagai penggerak GreenMetric kampus. Kehadiran pimpinan ini menjadi penanda keseriusan institusi dalam mengarusutamakan prinsip keberlanjutan dalam tata kelola kampus.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons krisis lingkungan melalui pendekatan akademik, kebijakan institusional, serta praktik berkelanjutan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua UI GreenMetric, Vishnu Juwono, yang menyoroti urgensi integrasi indikator keberlanjutan dalam tata kelola perguruan tinggi, khususnya di lingkungan PTKI.
Sesi keynote turut menghadirkan Syafi’i yang mengangkat perspektif ekoteologi. Ia menegaskan bahwa isu lingkungan bukan semata persoalan teknis, melainkan juga bagian dari nilai teologis dalam Islam, terutama terkait peran manusia sebagai khalifah di bumi.

Momentum penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Piagam Komitmen UI GreenMetric oleh para pimpinan PTKIN, termasuk UIN Jusila. Penandatanganan ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat transformasi menuju pembangunan berkelanjutan, melalui integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam tridharma perguruan tinggi, tata kelola kelembagaan, serta budaya akademik berbasis ekoteologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Jusila tercatat konsisten berpartisipasi dalam kegiatan UI GreenMetric dan terus berupaya meningkatkan capaian peringkatnya. Keikutsertaan aktif ini mencerminkan komitmen institusi dalam mengembangkan kampus hijau yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada perubahan budaya akademik dan kesadaran lingkungan sivitas akademika.

Lokakarya ini juga diisi dengan berbagai sesi tematik yang membahas indikator utama UI GreenMetric, meliputi pengelolaan tata ruang dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, serta pendidikan dan penelitian. Selain itu, peserta mengikuti campus tour dan city tour sebagai sarana berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan kampus.
Melalui partisipasi ini, UIN Jusila menegaskan posisinya sebagai salah satu PTKIN yang progresif dalam mengarusutamakan nilai-nilai keberlanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam menjawab tantangan krisis lingkungan di tingkat global maupun lokal. ( )