Metro, IAIN Metro- Fakultas Syariah IAIN Metro menyelenggarakan Yudisium periode II tahun 2017 pada Jumat (18/08). Yudisium Fakultas Syariah mengusung tema “Mewujudkan Sarjana yang Mampu Mengisi Kemerdekaan dengan Intelaktual yang Berkarakter Socio Eco Techno Preneurship Berlandaskan Ke-Islaman dan Ke-Indonesiaan dalam Kebhinekaan”.
Dalam Yudisium kali ini, turut hadir seluruh jajaran DPW APSI (Asosiasi Pengacara Syariah Indonesaia) Lampung dan seluruh jajaran sivitas akademika IAIN Metro Lampung.
Husnul Fatarib, Ph.D dalam sambutannya menjelaskan bahwa dalam wisuda kali ini Fakultas Syariah mengikutsertakan mahasiswa-mahasiswi terbaik dari Jurusan Akhwalul Syaksiyah (AS) dan Hukum Ekonomi Syariah (HESy) sebanyak 48 mahasiswa, yaitu 8 dari Jurusan AS dan 40 mahasiswa dari HESy. Sedangkan untuk jurusan Hukum Tata Negara untuk tahun ini belum mengikutsertakan mahasiswanya untuk diwisuda, karena jurusan ini yang baru berusia kurang dari satu tahun.
“Ada sebanyak 48 mahasiswa, yaitu 8 dari Jurusan AS dan 40 mahasiswa dari HESy”, ujarnya.
Butuh banyak kerjasama yang harus dilakukan, lanjut Husnul Fatarib, untuk mengembangkan Fakultas Syariah di IAIN Metro karena sebuah transisi dari STAIN ke IAIN membutuhkan waktu dan kinerja yang baik dari seluruh jajaran, karena harus menyesuaikan dengan nomen kelatur yang baru. “Kita harus bekerjasama karena sebuah transisi dari STAIN ke IAIN membutuhkan waktu dan kinerja yang baik dari seluruh jajaran”, imbuhnya.
Rektor IAIN Metro, Prof. Dr. Hj. Enizar, M. Ag. mengapresiasi mahasiswa/mahasiswi yang telah mengikuti acara yudisium, juga kepada seluruh jajaran pengurus Fakultas Syariah yang telah sukses menghantarkan mahasiswa IAIN Metro untuk menyelesaikan tugas belajarnya.
Lebih lanjut Rektor IAIN itu berpesan, bahwa jangan berpuas diri sampai di sini dengan predikat dan gelar yang disandang, karena di luar sana banyak tantangan yang harus dihadapi, tidak hanya cukup ilmu yang didapatkan di dalam kampus (intelektual), namun harus harus banyak belajar untuk dapat meningkatkan kekuatan emosional dan spiritual agar nantinya dapat berdaya saing.
“Kita jangan berpuas diri dengan hasil dan gelar yang dicapai, terus belajar karena tantangan ke depan lebih berat”, jelas Rektor IAIN Metro.
Diakhir sambutannya, Prof. Enizar menegaskan tidak hanya cukup mempelajari buku dan dosen sebagai guru, namun alam pun adalah guru kita yang patut kita pelajari. Jagalah nama baik diri sendiri dan almamater kampus dan jadilah penyambung lidah untuk hal-hal yang positif dan jangan hanya banyak bicara namun tunjukan kemampuan diri dihadapan pesaing dan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Ketua DPW APSI Lampung, Hermawan, S.H menjelaskan bahwa APSI ke depan akan membuka dan mendeklarasikan kantor cabang di kota Metro dan akan membangun kerjasama dengan kampus IAIN Metro untuk dapat mengisi pos-pos tertentu, dan ini menjadi peluang untuk lulusan sarjana Fakultas Syariah IAIN Metro untuk dapat masuk dan bergabung dengan APSI.
“Kami dari APSI Lampung akan membangun kerjasama dengan IAIN Metro agar lulusan dari kampus kita ini bisa tergabung bersama APSI”, jelas Hermawan.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Metro, Yudisium periode II Tahun 2017 Fakultas Syariah IAIN Metro berikut adalah wisudawan terbaik. Zelania dengan IPK 3,75, Muhtarullah dengan IPK 3,69, dan Nurul Pertiwi dengan IPK 3,50 sebagai lulusan terbaik 1, 2, dan 3 Jurusan Akhwalu Syaksiyah. Selain itu, Zelania juga mendapat penghargaan sebagai peserta termuda dengan usia 21 tahun 9 bulan 2 hari.
Pada jurusan Hukum Ekonomi Syariah terdapat Heri Saputra dengan IPK 3,74, Umi Faridah dengan IPK 3,70, dan Megayana dengan IPK 3,64 sebagai lulusan terbaik 1, 2, dan 3. Serta lulusan termuda dengan 21 tahun 3 bulan 1 hari dengan nama Ayu Feranika.
(Red/DN)