17 Agustus dan Pseudo Kemerdekaan

95Julianto-Nugroho

Merdeka dalam kamus
besar bahasa Indonesia memiliki banyak makna yang keseluruhanya mengarah ke
kata bebas, senada dengan KBBI makna merdeka menurut Tesaurus-pun demikian. Sedangkan untuk kemerdekaan sendiri berarti suatu
keadaan yang berdiri sendiri, lepas, bebas dan tidak terjajah setidaknya makna
tersebut sarat akan segala sesuatu yang positif.

Tanggal 17 Agustus
menjadi momen yang sarat akan fenomena sejarah yang mana 72 tahun silam Ir.
Soekarno dan Hatta atas nama Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Republik
Indonesia, seiring berjalanya waktu seolah kemerdekaan yang selama ini
digaungkan tidak sesuai pada hakikat sebenarnya dari makna kemerdekaan itu
sendiri.

Pseudo kemerdekaan
atau kemerdekaan semu rasanya bukan suatu istilah yang berlebihan untuk
mendeskirpsikan seperti apa kemerdekaan yang ada di Indonesia, pasalanya masih
banyak warga masyarakat diberbagai daerah diseluruh penjuru nusantara belum
sepenuhnya merasakan apa itu kemerdekaan. Hal ini justru berbanding terbalik
dengan apa yang terjadi di kota-kota besar ikonik di Indonesia.

Beberapa contoh yang
jelas menunjukan bahwa masih ada dari mereka (warga negara Indonesia) yang pada
hari kemerdekaan ini belum juga merasakan kebebasan atas nasibnya, pertama adalah
warga negara Indonesia yang disandera di Philipina yang sejauh ini belum juga
dibebaskan padahal jauh dilubuk hati mereka pasti juga ingin turut dalam
perayaan huporia kemerdekaan Republik Indonesia atau setidaknya ikut memasang
bendera merh putih didepan rumah mereka sebagai perwujudan rasa hormat atas
hari kemerdekaan.

Kedua adalah warga
masyarakat di daerah Sulawesi Selatan tepatnya wilayah Dusun Bekku, Desa
Paccing, Kecamatan Awangpone, Bone, Sulawesi Selatan sampai saat ini belum juga
dialiri listrik, sebagai penerangan mereka harus menggunakan minyak tanah untuk
menyalakan penerangan berupa api kecil yang diletakan di kaleng bekas. Miris
memang, diusia yang ke 72 Indonesia masih belum memberikan pemerataan energi
listrik diseluruh wilayahnya, padahal listrik merupakan kebutuhan primer setiap
orang.

Di kota besar semisal
ibukota bahkan kemerdekaan memiliki makna bebas yang sebebas-bebasnya. Bebas
memilih menteri yang justru malah membuat presiden kecolongan sehingga
membebastugaskan meneteri tersebut, bebas masuk istana berseragam PASKIBRAKA
yang akhirnya digantikan gegara kewarganegaraanya. Jadi seperti apa hakikat
kemerdekaan yang seutuhnya?

Meskipun demikian
hari kemerdekaan merupakan momentum yang bagus untuk menumbuhkan kembali rasa
nasionalisme yang sejatinya perlahan mulai tergerus globalisasi, sebagai warga
negara yang baik sudah menjadi keharusan untuk senantiasa mengingat segala
bentuk perjuangan para pahlawan yang telah dahulu mendahului. Dirgahayu
Republik Indonesia ke 72 !

Penulis: Julianto
Nugroho (Mahasiswa IAIN Metro)

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.