Alien dan Manusia

32IMG_2395-01

Bicara tentang alien memang identik dengan mahluk asing
atau mahluk luar angkasa yang memiliki mata besar, kepala lonjong, berwarna
hijau dan lain sebagainya. Hal tersebut jelas kita dapatkan dari visualisasi
film yang menggambarkan bentuk alien seperti itu, dan tujuan mereka datang ke
bumi tidak lain adalah mengintervensi.

Ya, alien sering dideskripsikan sebagai sosok yang akan
menjarah bumi dengan segala jenis sumber daya alamnya yang melimpah. Akan tetapi,
bagaimana jika ternyata alien merupakan bentuk entitas yang lain? Dilihat dari
perspektif yang berbeda tentu saja alien bisa jadi adalah mereka yang akan
muncul untuk menyelamatkan bumi. Bukankah hal tersebut akan lebih menarik
daripada membicarakan bentuk fisik dari alien itu sendiri.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, alien akan
menyelamatkan bumi dari apa? Dari manusia. Seperti yang diketahui berdasarkan
ilmu pengetahuan baik itu fisika, geografi bahkan antariksa sekalipun. Belum ada
planet yang begitu kompleks yang dapat menopang kehidupan di alam semesta raya
ini. Mirisnya nasib yang kurang baik justru dialami oleh bumi itu sendiri.

Bumi menjadi semakin sekarat, beban yang ditanggungnya
semakin berat dan yang menjadi penyebab utama semilyar permasalahan terseebut
adalah mahluk paling sempurna bernama manusia. Segala tindakan manusia yang
sama sekali tidak memperdulikan ibu pertiwi-setidaknya itu sebutan bumi di
negeri ini, membuat bumi menjadi kurang bersahabat. Boleh jadi bumi akan
melakukan proses seleksi mengurangi jumlah manusia yang hidup dimana hal
tersebut tentu akan menimbulkan serangkaian bencana.

Alien akan menjadi sosok yang sangat bijak dan berkata,
“Jika bumi mati maka manusia akan mati. Tapi, jika manusia mati bumi akan tetap
hidup” dengan kata lain alien lah yang justru akan menjadi pahlawan bagi bumi. Namum
jangan lupa juga bahwa manusia bukanlah mahluk yang sepenuhnya lemah. Ia dapat
berevolusi dalam situasi dan kondisi yang sangat terdesak.

Evolusi yang dimaksud disini tentu saja bukan tentang
fisiologisnya akan tetapi lebih pada sikap dan perilaku. Betul, pada kondisi
yang sulit dimana mengharuskan manusia untuk nerimo ing pandum maka mereka akan mampu berubah menjadi pribadi
yang lebih baik. Menjaga bumi dengan melestarikan lingkungan, mengurangi
produksi sampah, hingga menciptakan budaya cinta alam akan mereka lakukan.

Akan tetapi kembali pada titik poin sebelum manusia
berevolusi menjadi mahluk-mahluk yang baik dan bersedia merawat serta menjaga
bumi, harus ada stimulusnya terlebih dahulu. Ya, mungkin alien akan menemukan
perannya sebagai sosok protagonis jika bersedia turun tangan untuk membuat
manusia terdesak pada kondisi situasi yang sulit hingga akhrinya mampu
berevolusi.

Sebenarnya jika belajar dari film-film yang mengangkat
isu tentang alien, kita dapat belajar tentang hal tersebut. Betapa berharganya
bumi dengan segenap kekokohannya mampu memberikan kehidupan bagi seluruh mahluk
hidup yang bernaung di atasnya. Betapa mahluk lain-jika memang benar
ada-mengidam-idamkan bumi menjadi tempat tinggal yang sangat menakjubkan. Air,
tanah, udara, pepohonan dan semuanya telah menopang kehidupan kita.

“Terimakasih kepada semua yang memberikan kehidupan”
Pram

 

Penulis: Julianto Nugroho

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.