KH. WAHAB HASBALLAH SEBAGAIINSPIRASI PSIKOLOGIS

bg dashboard HD

: Pendidikan Tinggi dan Pesantren di Era Kekinian

Oleh: Aguswan Khotibul Umam

 

Tokoh ulama pesantren tidak hanya berperan sebagai penjaga tradisi keislaman, tetapi juga sebagai arsitek perubahan sosial dan pendidikan. Salah satu tokoh besar yang memiliki pengaruh mendalam dalam sejarah pendidikan Islam Indonesia adalah KH Abdul Wahab Hasbullah. Beliau dikenal sebagai ulama visioner, pendiri organisasi, penggerak pemuda, pendidik, sekaligus pemikir yang mampu memadukan tradisi pesantren dengan semangat kemajuan zaman.  Dalam perspektif psikologi pendidikan, keteladanan KH Wahab Hasbullah sangat relevan untuk dijadikan inspirasi oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan (tendik), dan para ulama di era digital saat ini. Nilai-nilai seperti semangat belajar sepanjang hayat, keterbukaan berpikir, nasionalisme religius, komunikasi sosial, dan kepemimpinan transformasional menjadi kebutuhan utama dunia perguruan tinggi dan pesantren modern.

KH Wahab Hasbullah: Ulama Visioner dan Pembaru

KH Wahab Hasbullah lahir di Jombang tahun 1888 dan tumbuh di lingkungan pesantren. Beliau belajar di banyak pesantren besar dan juga menimba ilmu di Makkah kepada ulama-ulama dunia Islam.  Beliau dikenal sebagai pendiri forum diskusi intelektual Tashwirul Afkar, pendiri Nahdlatul Wathan, penggerak Syubbanul Wathan, dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama pada tahun 1926 bersama KH Hasyim Asy’ari.  Dalam kajian psikologi sosial, tindakan beliau menunjukkan karakter transformational leadership sebagaimana dikemukakan oleh James MacGregor Burns tahun 1978 dan dikembangkan oleh Bernard Bass tahun 1985. Pemimpin transformasional adalah sosok yang mampu mengubah pola pikir masyarakat melalui visi, keteladanan, dan inspirasi moral. KH Wahab Hasbullah tidak hanya mengajar ilmu agama, tetapi juga membangun kesadaran sosial, nasionalisme, dan budaya berpikir kritis di kalangan santri dan pemuda.

Perspektif Psikologi Keteladanan

Dalam psikologi pendidikan, teori Social Learning Theory dari Albert Bandura tahun 1977 menjelaskan bahwa manusia belajar melalui observasi dan keteladanan. Figur yang dihormati akan menjadi model perilaku yang ditiru oleh lingkungan sosialnya. Keteladanan KH Wahab Hasbullah dapat dilihat pada beberapa aspek yaitu , semangat belajar tanpa batas. Beliau berkeliling dari pesantren ke pesantren untuk memperdalam ilmu. Sikap ini menunjukkan growth mindset sebagaimana teori Carol Dweck tahun 2006 bahwa individu maju adalah mereka yang percaya kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar. Bagi dosen dan mahasiswa masa kini, nilai ini relevan dalam meningkatkan budaya riset; adaptif terhadap teknologi digital dan AI; mengembangkan publikasi ilmiah; dan memperkuat literasi global. Di pesantren, semangat ini dapat diwujudkan dengan integrasi kitab kuning dan teknologi; penguatan literasi digital santri; pembelajaran kolaboratif; dan budaya diskusi ilmiah.  Landasan Al-Qur’an dan Hadis, Allah SWT berfirman:“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu menjadi faktor utama kemuliaan manusia. KH Wahab Hasbullah menjadikan ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi alat perubahan sosial.Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”(HR. Ahmad). Hadis ini tampak nyata dalam perjuangan KH Wahab Hasbullah yang mengabdikan ilmu untuk umat, pendidikan, bangsa, dan organisasi sosial-keagamaan.

Inspirasi bagi Dosen Perguruan Tinggi

Pertama, menjadi dosen visioner dan adaptif. Era kekinian menuntut dosen tidak hanya mengajar, tetapi menjadi mentor psikologis mahasiswa; inovator pembelajaran; peneliti produktif; dan penggerak moderasi beragama.  KH Wahab Hasbullah menunjukkan pentingnya keterbukaan dialog dan forum intelektual melalui Tashwirul Afkar. Hal ini relevan dengan teori constructivism dari Lev Vygotsky tahun 1934 yang menekankan pembelajaran melalui interaksi sosial dan diskusi. Kedua, menjadi penggerak moderasi beragama. Beliau berhasil memadukan tradisi pesantren dengan nasionalisme Indonesia. Ini penting di tengah tantangan radikalisme digital;polarisasi sosial; intoleransi; dan krisis moral generasi muda.  Dosen PTKI/PTKIN dapat mengimplementasikan nilai beliau melalui pembelajaran moderasi beragama; riset berbasis solusi sosial; penguatan karakter mahasiswa; dan literasi digital keislaman.

Inspirasi bagi Mahasiswa

Pertama,  aktivis akademik yang beradab. KH Wahab Hasbullah aktif berdiskusi, menulis, dan berorganisasi sejak muda. Ini menunjukkan pentingnya student engagement dalam teori Alexander Astin tahun 1984 bahwa keterlibatan aktif mahasiswa menentukan keberhasilan pendidikan. Mahasiswa masa kini perlu aktif dalam organisasi; produktif menulis; membangun jejaring ilmiah; kritis tetapi santun; dan memiliki integritas akademik. Kedua, mental tangguh di era digital. Psikologi modern menjelaskan pentingnya resilience atau daya lenting. Menurut Martin Seligman tahun 1998, individu tangguh mampu bangkit dari tekanan dan memiliki optimisme masa depan. KH Wahab Hasbullah menghadapi kolonialisme, konflik sosial, dan dinamika politik, tetapi tetap istiqamah memperjuangkan pendidikan dan umat. Nilai ini penting bagi mahasiswa yang saat ini menghadapi kecanduan media sosial; krisis identitas; tekanan akademik; dan budaya instan.

Inspirasi bagi Tenaga Kependidikan (Tendik)

Tendik sering dipandang hanya sebagai pelaksana administrasi. Padahal dalam psikologi organisasi, kualitas pelayanan akademik memengaruhi iklim pendidikan. Teori servant leadership dari Robert K. Greenleaf tahun 1970 menjelaskan bahwa pelayanan yang tulus akan meningkatkan kualitas organisasi. KH Wahab Hasbullah mengajarkan pelayanan umat; kesederhanaan; loyalitas terhadap lembaga; kerja kolektif. Nilai ini dapat diterapkan tendik melalui pelayanan akademik humanis; digitalisasi administrasi; budaya kerja cepat dan bersih; dan komunikasi yang ramah.

Inspirasi bagi Ulama dan Pengasuh Pesantren

Pertama, ulama yang kontekstual. KH Wahab Hasbullah tidak anti perubahan. Beliau justru membangun organisasi, media, dan forum intelektual untuk menjawab tantangan zaman. Hal ini relevan dengan konsep ijtihad sosial dalam pendidikan Islam modern yaitu pesantren harus adaptif terhadap teknologi; ulama harus hadir di ruang digital; dan dakwah harus menyentuh psikologi generasi Z. Kedua, pendidikan humanis dan dialogis. Psikologi humanistik dari Abraham Maslow tahun 1943 dan Carl Rogers tahun 1961 menekankan pentingnya penghargaan terhadap potensi manusia. Pesantren masa kini perlu mengurangi pola pendidikan otoriter; memperkuat komunikasi dialogis; membangun kesehatan mental santri; dan mengembangkan bakat dan kreativitas.

Relevansi Keteladanan KH Wahab Hasbullah di Era Kekinian

Di era disrupsi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan yaitu degradasi moral; hoaks dan radikalisme digital; rendahnya literasi; krisis keteladanan; dan individualisme generasi muda. Keteladanan KH Wahab Hasbullah memberikan solusi psikologis dan pendidikan melalui budaya ilmu; keteladanan moral; moderasi beragama; nasionalisme religius; kepemimpinan kolaboratif; pendidikan berbasis dialog; dan penguatan karakter dan mentalitas pelayanan.

Akhirnya, mari kita pahami bahwa KH Abdul Wahab Hasbullah merupakan figur ulama pembaru yang berhasil memadukan tradisi pesantren, intelektualitas, nasionalisme, dan psikologi sosial dalam perjuangannya. Keteladanan beliau sangat relevan untuk dijadikan inspirasi oleh dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan ulama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi dan pesantren di era modern. Beliau mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter, ketahanan mental, kepemimpinan moral, dan kebermanfaatan sosial. Spirit inilah yang perlu dihidupkan kembali agar perguruan tinggi dan pesantren mampu melahirkan generasi yang cerdas, moderat, berakhlak, serta siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.

*Dosen UIN Jurai Siwo Lampung

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.