metrouniv.ac.id – 16/06/2024 – 9 Dzulhijjah 1445 H
Dr. Mukhtar Hadi, M.Si. (Direktur Pascasarjana IAIN Metro)
Detik-detik menjelang waktu Wukuf, jamaah haji mulai bersiap diri. Cuaca Arab Saudi yang sangat panas, sekitar 47 derajat Celcius, membuat para tenaga kesehatan sibuk mengingatkan jamaah haji agar tidak keluar dari tenda kecuali hanya untuk kepentingan ke toilet dan mengambil air wudhu. Tidak lupa mengingatkan untuk memperbanyak minum air putih supaya tidak mengalami dehidrasi.
Sabtu, 09 Dzulhijjah 1445 H/ 15 Juni 2024 M.
11.00. Waktu wukuf akan dimulai setelah tergelincirnya matahari atau kurang lebih setelah shalat dhuhur. Lamanya waktu wukuf adalah sejak tergelincirnya matahari sampai terbenamnya matahari di sore hari.
Dalam waktu kurang lebih satu jam waktu wukuf, pembimbing ibadah haji sudah mengingatkan untuk bersiap-siap dan mulai memperbanyak talbiah. Labbaikallahumma labbaik, labbaikala syarikalaka labbaik, Innal hamda wannikmata laka wal mulk laa syarikalak. Dengan dipimpin oleh salah satu jamaah bacaan talbiah itu bersama-sama diucapkan hingga waktu dhuhur tiba.
12.20. Waktu Wukuf tiba. Diawali dengan adzan. Kemudian disampaikan khutbah wukuf oleh Ustad Yusroni, Lc. Pembimbing Ibadah haji kloter CKG. 33. Di tenda-tenda yang lain pun dilaksanakan khutbah wukuf pada waktu yang sama. Ada 1167 tenda ( data Kementerian Agama Republik Indonesia) yang ditempati oleh jama’ah haji Indonesia, semua secara serentak melaksanakan khutbah wukuf di tenda masing-masing.
Dalam khutbah wukuf di tenda jamaah haji Kota Metro, khatib menyampaikan agar jamaah memperbaiki akhlak karena yang terbaik dari kalian adalah yang baik akhlaknya. Kalian dibanggakan oleh Allah SWT dihadapan para Malaikat. Allah berfirman kepada para Malaikat “Wahai para Malaikat hari ini Aku ampuni semua hamba-hamba-Ku yang berkumpul di Arofah”. Jadikanlah wukuf sebagai momentum untuk banyak beristighfar kepada Allah SWT dan memperbanyak doa karena doa-doa di Arofah mustajab.
Wukuf sebagai puncak ibadah haji menghadirkan pengalaman spiritual yang luar biasa bagi jamaah haji, karena itu beberapa saat setelah khutbah wukuf dan doa bersama selesai dipanjatkan, banyak jamaah haji yang sangat terharu. Mereka saling berangkulan dan menumpahkan air mata. Saling memaafkan dan berbagai kebahagian karena keyakinan bahwa ibadah haji yang dilakukannya akan mendapatkan predikat yang mabrur. Betul-betul sebuah pengalaman spiritual yang sangat menguras emosi dan membekas dalam hati dan ingatan sepanjang hidup.
Rentang waktu wukuf sejak tergelincir matahari hingga terbenam matahari digunakan jamaah untuk memperbanyak berdzikir, membaca Al-Qur’an dan berdoa.
19.00. Setelah matahari terbenam dan masuk waktu Maghrib jamaah haji harus sudah bersiap untuk berpindah dari Arofah ke Muzdalifah untuk menginap (mabit) disana. Semua jamaah sibuk mengemasi barang bawaannya. Perbekalan yang tadinya sudah dicukupkan sebelum berangkat ke Arofah, justru semakin bertambah dengan satu dua tas jinjing yang berisi makanan ringan dan minuman yang diberikan oleh panitia haji. Selain makanan ringan panitia juga memberi payung satu orang satu. Padahal banyak jamaah sudah membawa bekal payung sejak awal. Menambah beban bawaan jamaah.
20.30. Rombongan haji sampai Muzdalifah untuk mabit atau menginap. Mabit di Muzdalifah adalah salah satu dari Wajib haji. Jika tidak dilakukan jamaah haji harus membayar dam. Muzdalifah sendiri adalah sebuah Padang luas terbuka beratapkan langit yang luasnya sekitar 12,5 kilometer persegi. Di ruang terbuka ini jamaah haji yang Wukuf akan bergeser untuk menginap. Kontur tanah Muzdalifah bergelombang dengan lahan terbuka berpasir. Sekarang lahan itu sudah dibuat blok-blok dengan penerangan listrik yang terang benderang. Blok-blok itu dibuat untuk pengaturan dan penempatan jamaah haji dari berbagai negara. Sekarang jamaah haji tidak perlu membawa tikar atau karpet sendiri, karena Padang terbuka Muzdalifah telah dipasang karpet oleh pemerintah Arab Saudi. Entah berapa ribu buah karpet yang dibutuhkan untuk mengalasi lahan seluas itu. Hanya pemerintah Arab Saudi yang tahu. (MH.15.06.24).