Audit Mutu Internal 2021: Sebuah Catatan Pinggir

97Foto-Dedi-Irwansyah-25092021

metrouniv.ac.id – Dr. Dedi Irwansyah, M.Hum (Ketua
Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Metro)

“We all need
people who will give us feedback.

That’s how we
improve.” (Bill Gates)

 

Rabu, 17 November 2021. Kota Metro cerah. Tidak
mendung, tak jua berangin. Di satu ruang pertemuan IAIN Metro digelar Rapat
Tinjauan Manajemen (RTM). Ramai. Hening dan khidmat. Seminggu sebelumnya,
secara simultan dilakukan Audit Mutu Internal (AMI). Semua lapisan diaudit.
Dari Top Management, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan
Pengabdian pada Masyarakat (LPPM),  Unit
Pelaksana Teknis (UPT), dan 22 Program Studi S1 & S2 di lingkungan IAIN
Metro. RTM menjadi wadah untuk mengomunikasikan hasil AMI, antara yang
mengaudit (auditor) dan yang diaudi (auditee).

Berdiri di podium, Ketua LPM, Dedi Irwansyah, mengutarakan
apresiasinya untuk antusiasme, partisipasi, kooperasi, dan sikap proaktif para
auditor dan auditee. Terdengar tentang. Menukil Muhammad Iqbal, Filsuf Islam:
di jalan ini semua orang berlari, mereka yang berhenti sejenak, akan tertinggal
jauh. Di jalan akreditasi dan sertifikasi, IAIN perlu berlari agar tidak jauh
tertinggal. AMI dan RTM adalah ikhtiar untuk terus berlari.

Lalu, terlihat di podium, Rektor IAIN Metro, Dr. Siti
Nurjanah, M.Ag., PIA, menggaungkan pentingnya AMI dan RTM dalam proses akreditasi
BAN PT dan sertifikasi internasional semacam ISO, sehingga wajib
diprioritaskan. RTM itu urgen. Auditor dan auditee yang berhalangan hadir,
harus memberikan keterangan yang valid. Di tengah speech, terdengar jelas, Ibu Rektor menegaskan agar catatan AMI
yang telah disusun oleh LPM ditindaklanjuti oleh para auditee. Di ujung
sambutan, Rektor memberi apreasiasi pada tiga Program Studi dengan nilai AMI
akumulatif terbaik, yaitu: Pendidikan
Ilmu Anak Usia Dini, Perbankan Syariah, dan Manajemen Haji dan Umroh.

Ibu Rektor turun dari podium. Terdengar applause. Lalu pembawa acara mengundang
Wakil Rektor 1, Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd. Kons. The professor, memperkuat pesan tentang pentingnya AMI, Akreditasi
dan ISO untuk mengangkat kualitas dan citra IAIN Metro. Lebih lanjut, hasil
kegiatan RTM perlu dikaitkan dengan upaya untuk mendukung akreditasi prodi dan
akreditasi institusi.

Lalu, terdengar laporan singkat terkait hasil AMI
tahun 2021.
Ada sepuluh standar penilaian terhadap setiap
program studi yang berada di IAIN Metro. Kesepuluh tersebut menyakup: (1)
standar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4) standar
pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar ketersediaan sarana dan prasarana
pendidikan, (6) standar pengelolaan program studi, (7) standar pembiayaan, (8)
standar penilaian, (9) standar penelitian, dan (10) standar PkM. Kesepuluh
indikator tersebut diukur pada dua puluh dua program studi yang ada di IAIN
Metro, yaitu: (1) Akuntansi Syariah, (2) Bahasa Sastra Arab, (3) Bimbingan
Konseling Islam, (4) Ekonomi Syariah (S1), (5) Ekonomi Syariah (S2), (6) HKI
(Akhwal Akhsyakhsiyyah) (S1), (7) HKI (Akhwal Akhsyakhsiyyah) (S2), (8) HTN
(Siyasah Syar’iyyah), (9) Hukum Ekonomi Syariah, (10) Komunikasi Penyiaran
Islam, (11) Manajemen Haji dan Umroh, (12) Pendidikan Agama Islam (S1), (13)
Pendidikan Agama Islam (S2), (14) Pendidikan Bahasa Arab (S1), (15) Pendidikan
Bahasa Arab (S2), (16) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, (17) Pendidikan
Ilmu Anak Usia Dini, (18) Perbankan Syariah, (19) Tadris Bahasa Inggris, (20)
Tadris Biologi, (21) Tadris IPS, dan (22) Tadris Matematika.

Dari
sepuluh standar itu, terdapat empat standar yang berkategori baik, yaitu: standar isi, standar
proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan standar pengelolaan
program studi. Terdapat tiga standar berkategori cukup yaitu: standar kompetensi lulusan, standar ketersediaan
sarana dan prasarana pendidikan, dan standar penilaian. Sementara itu tiga
standar lainnya termasuk ke dalam kategori kurang,
yaitu: standar pembiayaan, standar penelitian, dan standar PkM. Terhadap
standar-standar berkategori baik, pihak program studi patut mempertahannya.
Terkait tiga standar berkategori cukup, pihak program studi perlu menciptakan
strategi, kegiatan, dan terobosan agar standar-standar tersebut bisa menjadi
baik. Adapun untuk tiga standar yang berkategori kurang, pihak program studi
disarankan untuk: (1) menyusun perencanaan pembiayaan yang terukur dan feasible yang didasarkan pada hasil
analisis SWOT yang kuat; (2) menyusun peta jalan (roadmap) penelitian yang kontekstual dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan Agenda Riset Keagamaan Nasional (ARKAN) 2018-2028, serta dengan
perencanaan pembiayaan; dan (3) menyusun kegiatan PkM yang berkesesuaian dengan
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

‘Alaa kulliy haal,
sebuah catatan pinggir tampak ditakdirkan untuk singkat, bernas, dan cenderung
kurang lengkap. Namun, apapun catatan auditor, mestinya itu dilihat sebagai
masukan untuk pengembangan.

Bandar
Lampung,
18
Nopember 2021

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.