BAHASA ARAB DAN HUBUNGAN DIPLOMASI INTERNASIONAL

61Foto-Khorurizal

BAHASA ARAB DAN HUBUNGAN DIPLOMASI INTERNASIONAL
Oleh : Khoirurrijal
(Dosen Sarjana dan Pascasarjana STAIN Jurai Siwo Metro Lampung)

Bahasa Arab merupakan bahasa kitab suci agama Islam sedunia. Ia dituturkan secara resmi oleh kurang lebih 20 negara dan juga lebih dari 200.000.000 umat manusia sedunia. Oleh karenanya, ia merupakan bahasa yang paling besar pengaruhnya bagi ratusan juta muslim di seluruh penjuru dunia, baik yang tersebar di Barat maupun di Timur, di Utara maupun di Selatan, baik yang berkebangsaan Arab maupun non Arab.
Dewasa ini bahasa Arab merupakan bahasa yang peminatnya cukup besar di dunia Barat. Di Amerika misalnya, hampir tidak ada suatu perguruan tinggi yang tidak menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata kuliah, termasuk perguruan tinggi Katholik atau Kristen. Sebagai contoh, Harvard University, sebuah perguruan tinggi swasta paling terpandang di dunia yang didirikan oleh para ‘alim ulama’ protestan dan Georgetown University, sebuah universitas swasta Katholik, keduanya mempunyai pusat studi Arab yang kurang lebih merupakan Center for Contemporary Arab Studies.
Di Afrika, bahasa Arab kini dituturkan dan menjadi bahasa pertama di negara-negara semacam Mauritania, Maroko, Aljazair, Libya, Mesir dan Sudan. Di semenanjung Arabia, bahasa ini merupakan bahasa resmi di Oman, Yaman, Bahrain, Kuwait, Saudi, Qatar, Emirat Arab, dan jauh ke Utara, Jordan, Irak, Syiria, Libanon dan Palestina. Menurut Wise, bahasa Arab juga merupakan bahasa orang-orang India Utara, sebagian orang Turki, Iran, Portugal dan Spanyol.

Asal Bahasa Arab
Bahasa Arab berasal dari rumpun bahasa-bahasa Semit (Semitic Language/Samiah) dan mempunyai anggota penutur yang terbanyak. Bahasa-bahasa Semit yang lain termasuk Hebrew (bahasa Yahudi), yakni bahasa yang dituturkan kini di Israel, Amrahic yang dituturkan di Ethiopia, Akkadian yang dituturkan oleh masyarakat Assyria dan Babilonia, tetapi sekarang sudah punah, dan Aramiki (Aramaic) yang dituturkan oleh penduduk tanah suci di masa Nabi Isa a.s. yang kini masih dipakai oleh penduduk beberapa kampung di Syiria. Bahasa Arab kini digunakan oleh kebanyakan penduduk wilayah-wilayah yang tersebut terakhir di mana bahasa-bahasa Semit lainnya dituturkan sebelumnya.
Bahasa-bahasa Semit yang beraneka ragam tersebut menunjukkan persamaan-persamaan sintaksis, bunyi,  perbendaharaan kata serta aturan tata bahasa. Sebut saja antara bahasa Arab dan bahasa Yahudi misalnya. Keduanya dari rumpun bahasa Semit. Kata ”damai” di dalam bahasa Arab adalah salâm dan di bahasa Yahudi shalom. Kata ”lidah, bahasa” di dalam bahasa Arab adalah lisân, di dalam bahasa Yahudi lashon. Kata tahun di dalam bahasa Arab adalah sanah dan di dalam bahasa Yahudi adala Shana. Semua bahasa Semit menunjukkan persamaan umum semacam itu. Dari fakta linguistik yang sedemikian itu, dapat diambil kesimpulan bahwa dahulu pernah ada semacam satu bahasa “Proto-Semit” dari mana bahasa-bahasa Semit kemudian berkembang.

Bahasa Arab dan Hubungan Diplomasi Internasional
Timur Tengah terdiri dari beberapa Negara yang memiliki bentuk dan sistem pemerintahan yang berbeda-beda, baik republik maupun kerajaan. Walaupun terdapat perbedaan antara Negara yang satu dengan yang lain, namun mereka tetap merasa satu ikatan kebangsaan dan kewilayahan.
Hal itu, karena ikatan kesatuan bahasa di antara mereka, yakni bahasa Arab. Selain bahasa gerakan nasionalisme Arab yang antara lain digagas oleh pejuang dan pemikir Islam, Syekh Jamaludin Al-Afghani juga memberi pengaruh yang sangat kuat terhadap kesadaran dan keinsyafan terhadap satu bangsa. Salah satu hasil nyata dari gerakan nasionalisme Arab yang tampak jelas hingga kini adalah dalam bidang bahasa Arab. Saat ini, bahasa Arab merupakan bahasa pemersatu dunia Arab yang digunakan di seluruh pelosok dunia Arab, sehingga orang-orang Aljazair yang sudah banyak mempergunakan bahasa Perancis pun sejak lepas dari penjajahan Perancis secara drastis mewajibkan penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi meskipun dengan dialek yang berbeda.
Jadi, di seluruh Negara yang tergabung dalam dunia Arab, bahasa Arab merupakan bahasa resmi yang digunakan dalam administrasi negara, surat-menyurat dan nota diplomatik dari departemen luar negeri Negara-negara Arab, sedangkan bahasa Inggris dan Perancis hanya dipakai sebagai terjemahan dari naskah aslinya. Pada umumnya, bahasa percakapan dan komunikasi sehari-hari di negara-negara Arab mempergunakan dialek menurut wilayah negaranya masing-masing, bahasa semacam ini disebut
dengan bahasa Arab ‘Amiyah. Sehingga antara bahasa Arab ‘Amiyah di Arab Saudi berbeda dengan bahasa Arab ‘Amiyah di Sudan, Mesir, Maroko, Tunis, Aljazair, Libya dan sebagainya. Jika bahasa Arab ‘Amiyah  itu berbeda-beda antara Negara yang satu dengan yang lainnya,  maka tidak halnya dengan Bahasa Arab Fusha, ia adalah sama, karenanya ia menjadi bahasa resmi yang digunakan di seluruh Negara-negara Arab dalam surat kabar, majalah, forum-forum internasional, organisasi-organisasi internasional, administrasi negara, surat-menyurat, nota diplomatik dengan menggunakan bahasa Arab modern sebagai bahasa pengantar, misalnya dalam aktivitas organisasi-organisasi internasional di kalangan dunia Islam seperti Mu’tamar Alam Islami dan Rabithah Alam Islami (dua organisasi Islam internasional) semua aktivitas yang dilakukannya tidak terlepas dari penggunaan bahasa Arab Fusha sebagai alat komunikasinya, baik secara lisan maupun tulisan.
Sesuatu yang sangat menggembirakan bahwa untuk pertama kalinya, pada tahun 1973 bahasa Arab dikukuhkan sebagai bahasa resmi di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sehingga surat-menyurat, pidato-pidato diplomatik, pembicaraan dan perdebatan di forum PBB diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang sejajar dengan bahasa-bahasa Asing lainnya.
Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi dalam forum internasional semacam PBB telah memantapkan posisi bahasa Arab sebagai salah satu alat komunikasi dalam hubungan diplomasi internasional. Peran ini, tentu saja, menambah dan menjadi daya tarik perhatian dunia terhadap pengajaran bahasa Arab, termasuk di Indonesia.
Di Indonesia, bahasa Arab sudah diajarkan mulai dari Taman Kanak-kanak (sebagian) hingga Perguruan Tinggi, baik negeri misalnya UIN, IAIN, STAIN maupun  swasta misalnya UII, UNISBA, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan Bahasa Arab di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan. (Wallahu A’lam).

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.

socio, echo, techno, preneurship
🔴 LIVE
🔊

Cek koneksi...

"Ayo Kuliah di UIN Jurai Siwo Lampung"

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru.