metrouniv.ac.id – 21/06/2024 – 14 Dzulhijjah 1445 H
Prof. Dr. Suhairi, M.H. Jama’ah Haji Reguler Tahun 1445 H/2024 M (Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan IAIN Metro)
Menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam yang ke 5, merupakan impian dan keinginan setiap umat Islam. Setelah mendaftar di tahun 2012, maka tibalah giliran untuk menunaikan ibadah haji.
Pertama kali menunaikan ibadah, berusaha mencari informasi dan banyak mendapat masukan persiapan dan bekal yang perlu dibawa.
Isthatho’a
Syarat untuk dapat menunaikan ibadah haji tahun 2024, bukan hanya mampu melunasi ongkos naik haji, namun juga disyaratkan isthatho’a kesehatan. Kebijakan yang diterapkan oleh Kemenag (Kementerian Agama), merupakan hal yang sangat tepat, di mana jamaah haji yang diberangkatkan secara kesehatan fisik memungkinkan untuk melakukan rangkaian ibadah haji. Kebijakan ini sudah barang tentu mengurangi resiko dan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, termasuk kematian. Demikian juga bagi seluruh jamaah haji senantiasa diberikan arahan oleh tenaga kesehatan (nakes) untuk mempersiapkan dan mengantisipasi cuaca panas yang cukup ekstrim serta membekali jamaah sejak keberangkatan dari daerah alat perlindungan diri (APD) berupa masker, botol semprotan air (untuk menjaga kelembaban tubuh, terutama wajah), serta dilengkapi obat-obatan, termasuk oralit. Secara rutin petugas haji, terutama nakes selalu mengingatkan jamaah untuk menggunakan APD, minum secara rutin ditambah oralit untuk menghindari dehidrasi. Keluhan-keluhan kesehatan yang dialami oleh jamaah, terutama batuk, pilek dengan sigap nakes memberikan penanganan dan pengobatan.
Ramah lansia
Pelaksanaan ibadah haji tahun 2024 memiliki slogan ‘ramah lansia’, sejak manasik senantiasa disampaikan kepada jamaah haji untuk membantu jamaah lain yang membutuhkan, terutama mereka yang lanjut usia (lansia). Ramah lansia dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, betul-betul terimplementasi dengan baik, fasilitas kursi roda, murur, badal melempar jamarat bagi lansia yang dilakukan oleh jamaah lain yang sehat, serta prioritas jamaah lansia.
Konsumsi
Ada sebagian jamaah yang membawa beras, tidak sedikit yang membawa bekal makanan. Hal ini dilakukan, berdasarkan informasi dan pesan dari jamaah haji sebelumnya, adakalanya tidak mendapatkan jatah makan, keterlambatan konsumsi, tidak sesuainya menu atau lauk pauknya. Kondisi yang diinformasikan tersebut sama sekali tidak terjadi, bahkan sebaliknya jatah makan senantiasa siap sebelum waktunya makan, dilengkapi dengan buah. Lauk pauknya pun sangat memadai, bahkan sangat banyak. Air minum mineral pun senantiasa tersedia dalam jumlah yang sangat banyak, demikian juga air panas konsumsi tersedia dengan memadai, beberapa kali diberikan air minum zamzam botol. Demikian juga yang terjadi di Armuzna (Arofah, Muzdalifah, dan Mina), sesuai dengan arahan dan informasi pengalaman sebelumnya, jamaah haji mempersiapkan dan membawa bekal makanan yang cukup banyak, namun yang terjadi sebaliknya, makanan dan minuman terus berdatangan, belum habis dikonsumsi, bahkan ada yang belum tersentuh, sudah disusul berikutnya. Jamaah merasa kewalahan, bukan karena kekurangan atau keterlambatan makanan dan minuman, namun kewalahan menerima dan mengkonsumsinya.
Penginapan
Hotel
Sesampai di Mekah, jamaah haji Indonesia, ditempatkan sesuai sektornya. Jamaah haji Metro Lampung, kloter JKG 33, ditempatkan di Sektor 2, dengan kode 206 di hotel Ameer at Taqwa. Pelayanan di hotel cukup memuaskan, air bersih untuk mandi tersedia sangat memadai, fasilitas mesin cuci pakaian berserta tempat jemuran tersedia sangat banyak.
Tenda (ARMUZNA)
Arofah
Penginapan di Arofah, Jamaah haji di arofah ditempatkan di tenda besar sesuai kloter masing-masing. Penempatan jamaah di tenda, walaupun cukup berdesakan, mengingat kasur yang tersedia dengan lebar sekitar 0,6-0,8 m, dibandingkan di hotel dan di rumah tempat tinggal, memang tidak memadai, namun dalam kondisi pelaksanaan ibadah haji sudah memungkinkan jamaah bisa tidur dan istirahat. Panitia telah berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik, mengingat ada pengurangan space yang digunakan penambahan fasilitas toilet dan kamar mandi. Fasilitas toilet dan kamar mandi pun, walaupun terjadi antrian, namun masih dirasakan nyaman karena tidak terlalu panjang. Yang menjadi catatan tenda di arofah, fasilitas AC yang hanya tersedia di sisi depan dan belakang, dirasakan kurang memadai, terutama yang relatif jauh dari posisi AC, kondisi ini juga dipengaruhi suhu udara yang sangat panas.
Muzdalifah
Di Muzdalifah, walaupun tidak ditempatkan di tenda (karena durasi waktu yang tidak terlalu lama) namun tersedia ambal yang cukup tebal, cukup memadai bagi jamaah beristirahat, bahkan cukup banyak yang bisa tidur. Fasilitas toilet dan tempat wudhu pun tersedia cukup memadai.
Mina
Jamaah haji di Mina, ditempatkan di tenda-tenda kecil. Jamaah haji Metro ditempatkan di tiga tenda. Dengan fasilitas kasur relatif sama ketika di arofah, walaupun tidak bisa tidur dan istirahat senyaman di hotel dan rumah masing-masing, namun jamaah bisa istirahat. Tanazul pun menjadi bagian solusi, bagi jamaah yang tidak mau bermalam di tenda. Fasilitas AC di tenda Mina, sangat memadai, karena setiap tenda kecil, tersedia 2 AC. Fasilitas toilet dan kamar mandi, walaupun antrian melebihi yang terjadi di arofah, namun masih cukup memadai.
Transportasi
Selama di hotel, jamaah mendapatkan pelayanan gratis melalui bus sholawat. Walaupun terkadang antri dan berdesakan, bahkan ada yang berdiri, bisa memobilisasi jamaah dari hotel ke Masjidilharom, atau sebaliknya. Sebagai bahan evaluasi, untuk yang akan datang perlu ada penambahan armada bus sholawat, sehingga jamaah haji tidak perlu menunggu terlalu lama, serta tidak perlu berdesakan dan berdiri.
Demikian juga armada bus yang membawa jamaah dari Arofah menuju Muzdalifah, dari Muzdalifah menuju Mina kurang tersedia secara memadai. Jamaah harus menunggu dalam waktu yang cukup lama, dengan membawa beberapa tas bawaan, kondisi yang cukup lelah, membuat jamaah kurang nyaman.
Ibarat tidak ada gading yang tak retak, transportasi menjadi catatan untuk perbaikan.
Namun secara keseluruhan pelaksanaan ibadah haji tahun 2024, bisa terlaksana dengan sangat baik. Kemenag. RI., demikian juga Panitia Pusat dan daerah yang sigap, layak mendapatkan apresiasi dan acungan jempol. (Suhairi, 21/06/24).